TRIBUNNEWSWIKI.COM - Gunung Mauna Loa di Hawaii, Amerika Serikat (AS) bagian Pasifik, meletus pada hari Minggu, (27/11/2022), waktu setempat.
Akibat letusan itu, langit Hawaii sempat terlihat merah bercahaya dan tertutupi oleh asap yang keluar dari Mauna Loa.
Gunung berapi terbesar di dunia itu dilaporkan meletus sekitar pukul 23.30. Menurut Survei Geologi AS, sebelumnya sudah terlihat ada peningkatan aktivitas di Mauna Loa sejak bulan September lalu.
Dikutip dari NPR, dinas federal AS juga sudah mengeluarkan peringatan bahwa gunung itu bisa meletus dalam waktu dekat atau diduga sedang meletus.
Per hari Senin pagi, belum ada perintah untuk melakukan evakuasi. Wali Kota Hawaii Mitch Root mengatakan letusan itu tidak mengancam masyarakat yang berada tinggal di lereng. Namun, sebagai tindakan berjaga-jaga, pemerintah Hawaii menyediakan tempat berlindung untuk warga.
Baca: Wisatawan Berhasil Selamat setelah Jatuh ke Kawah Gunung Vesuvius
Lebih tinggi daripada Gunung Everest
Mauna Loa adalah salah satu dari 15 gunung berapi di kepulauan Hawaii. Luas kawasan gunung itu menyumbang sekitar 51 persen dari luas Pulau Hawaii.
Jika diukur dari dasar laut, tinggi gunung itu mencapai 30.000 kaki atau lebih tinggi 1.000 kaki daripada Gunung Everest. Namun, sebagian besar gunung itu berada di bawah permukaan air. Tinggi gunung itu jika diukur dari permukaan laut hanya 13.000 kaki.
Baca: Gunung Anak Krakatau Erupsi, BMKG Minta Masyarakat Waspada Potensi Tsunami
Letusan-letusan pertama Mauna Loa terjadi pada 600.000 hingga 1.000 juta tahun silam. Ilmuwan memperkirakan Mauna Loa muncul ke permukaan laut sekitar 300.000 tahun silam dan terus bertambah tinggi.
Meletus setelah tidur selama 38 tahun
Mauna Loa telah meletus sebanyak 33 kali sejak 1843, tahun ketika mulai dilakukan pencatatan. Sebelum letusan bulan November 2022 ini, Mauna Loa terakhir meletus bulan Maret 1983 dan berlangsung tiga pekan. Lava mengalir hingga jarak lima mil dari Hilo yang menjadi kota terbesar di Pulau Hawaii.
Salah satu letusan yang terbesar terjadi pada tahun 1868. Saat itu lahan seluas 4.000 hektare hancur dan korban tewas mencapai 77 orang. Letusan dahsyat itu juga menyebabkan tanah longsor dan tsunami.
Lava terus mengalir selama lima hari. Letusan itu dianggap sebagai salah satu bencana alam terburuk dalam sejarah Hawaii.
(Tribunnewswiki)
Baca berita lain tentang gunung berapi di sini.