Takut Kembali ke Rumah, Korban Gempa Cianjur Pilih Mengungsi di Kandang Domba : Lebih Nyaman

Puluhan warga terdampak gempa Cianjur, Jawa Barat, memilih untuk mengungsi dan tinggal di kandang domba.


zoom-inlihat foto
Warga-Warung-Batu-RT-0110-Desa-Mekarsari-Kecamatan-Cianjur.jpg
KOMPAS.COM/FIRMAN TAUFIQURRAHMAN
Warga Warung Batu RT 01/10 Desa Mekarsari, Kecamatan Cianjur, Kabupaten Cianjur Jawa Barat, terdampak gempabumi mengungsi di kandang domba karena dirasa aman dan nyaman


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Puluhan warga terdampak gempa Cianjur, Jawa Barat, memilih untuk mengungsi dan tinggal di kandang domba.

Sebab, mereka merasa lebih aman dan nyaman daripada tinggal di tenda pengungsian.

Pipit (28), seorang pengungsi, mengaku memilih untuk tinggal di antara deretan kandang domba sejak gempa magnitudo 5,6 mengguncang kampungnya, Senin (21/11/2022).

Meski harus menahan bau, namun ibu muda ini merasa lebih nyaman karena bisa tidur di balai-balai dan hangat.

“Kalau di sana (tenda darurat) cuma pakai terpal jadinya suka angin, saya kan ada dede bayi ini,” kata Pipit, warga Warung Batu RT 01/10 Desa Mekarsari, Kecamatan Cianjur, kepada Kompas.com, Sabtu (25/11/2022).

Pipit mengungsi karena rumahnya mengalami kerusakan di bagian atap.

Dirinya mengaku tak berani untuk masuk ke rumah karena masih terjadi gempa susulan hampir setiap hari.

“Apalagi gempanya suka malam terus. Paling masuk ke rumah kalau mau mandi saja, selebihnya ya beraktivitas di sini (kandang domba),” ujar dia.

Warga Cianjur ogah tidur di dalam rumah karena takut dengan gempa susulan
Warga Cianjur ogah tidur di dalam rumah karena takut dengan gempa susulan (Istimewa untuk Kompas.com)

Pipit mengatakan, jika situasi sudah dirasa aman, ia akan kembali ke rumahnya yang berada tak jauh dari lokasi kandang.

Heri (55), pengungsi lain, mengatakan, ada 55 orang yang mengungsi di kandang domba.

“Ada lansia juga dan ibu menyusui. Warga memilih di sini karena dirasa lebih aman dan nyaman,” kata Heri, Sabtu.

Heri mengatakan, di areal kandang seluas 400 meter ini, warga mendirikan tiga tenda terpal di sela-sela kandang, termasuk dapur umum.

“Untung domba-dombanya tidak terlalu banyak, cuma ada 20 ekor, padahal biasanya kalau penuh bisa sampai 200 ekor,” ucap Heri.

Heri menambahkan, kondisi pengungsi baik dan kebutuhan logistik masih ada kendati sudah mulai berkurang.

“Saat ini sangat kekurangan selimut dan obat-obatan," kata dia.

Pengungsi yang merupakan warga sekitar tidak mempermasalahkan bau atau aroma kandang, karena sudah terbiasa.

"Ya, mau bagaimana lagi hanya ini tempat yang dirasa aman oleh warga," imbuhnya.

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/PUTRADI PAMUNGKAS)







KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2023 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved