Viral Video Rekening Brigadir J Nyaris Tembus Rp 100 Triliun, Begini Penjelasan BNI

Kanal YouTube Irma Hutabarat mengungkapkan beberapa dokumen penghentian sementara rekening BNI atas nama Nofriansyah Yosua.


zoom-inlihat foto
ilustrasi-rekening-bank-2.jpg
Kompas/Shutterstock
Ilustrasi rekening bank.


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Kanal YouTube Irma Hutabarat mengungkapkan beberapa dokumen penghentian sementara rekening BNI atas nama Nofriansyah Yosua.

Dokumen tersebut kemudian viral di media sosial.

Dalam dokumen tersebut ada  nama Brigadir J (Nofriansyah Yosua), tempat dan tanggal lahir, pekerjaan, alamat, nomor rekening, nilai nominal, dan jenis transaksi.

Hanya saja, jal yang menjadi sorotan adalah nilai nominal yang mencapai Rp 99,99 triliun atau hampir Rp 100 triliun yang diduga sebagai jumlah saldo tabungan milik Brigadir J.

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI mengatakan, nilai nominal sebesar Rp 99,99 triliun tersebut bukanlah jumlah saldo pemilik rekening.

Corporate Secretary BNI Okki Rushartomo Budiprabowo menjelaskan, nilai nominal Rp 99,99 triliun tersebut adalah nilai pemblokiran atau penghentian sementara transaksi dengan nominal angka maksimum, bukan jumlah saldo milik nasabah Yosua.

"Oleh karena itu perlu kami luruskan dan tegaskan disini bahwa nilai nominal dalam dokumen berita acara tersebut bukanlah nominal transaksi ataupun saldo rekening nasabah, sebagaimana dibahas dalam kanal YouTube tersebut," ujar Okki saat dihubungi Kompas.com, Jumat (25/11/2022).

Makam Brigadir J di Desa Sukamakmur, RT 8, Simpang Unit 1, Sungai Bahar, Kabupaten Muaro Jambi, Provinsi Jambi- 8 jam sebelum dinyatakan tewas, Brigadi J kabari keluarga ingin menyusul berziarah. Kini HP ayah, ibu, dan adiknya diretas.
Makam Brigadir J di Desa Sukamakmur, RT 8, Simpang Unit 1, Sungai Bahar, Kabupaten Muaro Jambi, Provinsi Jambi- 8 jam sebelum dinyatakan tewas, Brigadi J kabari keluarga ingin menyusul berziarah. Kini HP ayah, ibu, dan adiknya diretas. (TRIBUNJAMBI.COM/ARYO TONDANG))

Nilai nominal Rp 99,99 triliun adalah format dokumen berita acara penghentian sementara transaksi bank yang harus dibuat sesuai dengan yang disyaratkan maupun dalam format berdasarkan Peraturan PPATK Nomor 18 Tahun 2017.

Lalu, beberapa dokumen yang disampaikan pada kanal YouTube tersebut berupa Berita Acara Penghentian Sementara Transaksi dan Surat Pemberitahuan kepada nasabah.

"BNI adalah bank milik negara yang selalu menghormati dan mendukung proses hukum guna mencari fakta dan keadilan," tegas Okki.

Sebagai informasi, Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) sudah memblokir sejumlah rekening terkait kasus pembunuhan terhadap Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau lebih dikenal sebagai Brigadir J.

Ketua Kelompok Substansi Humas PPATK M. Natsir Kongah mengungkapkan, rekening yang diblokir merupakan milik tersangka dan korban dalam kasus tersebut.

"(Rekening milik) korban dan tersangka," kata Natsir saat dihubungi Kompas.com, Jumat (26/8/2022).

Meski demikian, Natsir enggan menjawab saat dimintai penegasan bahwa rekening yang diblokir merupakan milik Brigadir J dan Irjen Ferdy Sambo yang berstatus tersangka dalam kasus ini.

"Saya enggak bisa sebut namanya," ujar dia.

Kemudian, pemblokiran itu didasari adanya transaksi mencurigakan serta permintaan dari aparat penegak hukum.

Natsir mengatakan, data dan hasil analisis yang dibuat oleh PPATK sudah cukup lengkap untuk ditindaklanjuti oleh penyidik.

Pasalnya, data yang diberikan PPATK mencakup asal uang yang masuk ke dalam rekening serta aliran dana keluar rekening beserta peruntukannya.

"Cukup lengkap lah ya informasi yang disampaikan oleh PPATK dalam membantu proses penyidikan-penyidikan yang dilakukan oleh penyidik," kata Natsir.

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/PUTRADI PAMUNGKAS)







KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2022 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved