TRIBUNNEWSWIKI.COM - Elon Musk mengumumkan bahwa "centang biru" atau tanda akun terverifikasi di Twitter akan berbiaya $8 atau Rp125 ribu per bulan.
Namun, Musk turut mengkritik sistem "centang biru" berlaku saat ini dan menganggapnya "omong kosong".
"Kekuatan bagi rakyat! (Centang) biru seharga $8 per bulan," kata Musk dikutip dari News Sky, (2/11/2022).
Kata Musk, biaya itu akan "disesuaikan menurut negara, sesuai dengan paritas daya beli".
Orang terkaya di dunia itu mengatakan pengguna Twitter yang terverifikasi akan mendapatkan prioritas dalam membalas twit, mention, dan pencarian. Mereka juga bisa mengunggah video berdurasi panjang serta klip audio.
Menurut Musk, biaya berlangganan centang biru itu akan memberikan dana kepada Twitter untuk membalas jasa para kreator konten.
Selain itu, Musk menawarkan pembayaran gratis untuk pihak yang bersedia bekerja sama dengan Twitter.
Baca: Elon Musk Bubarkan Dewan Twitter, Kini Jadi Satu-satunya Direktur
Adapun tanda centang biru yang berada di samping akun pengguna digunakan untuk memastikan bahwa akun tersebut asli/autentik.
Baca: 75 Persen Karyawan Twitter Dikabarkan Akan Dirumahkan oleh Elon Musk
Menurut aturan Twitter, untuk mendapatkan centang biru, akun pengguna harus "asli (terverifikasi), terkenal, dan aktif". Ada enam langkah dalam proses verifikasi.
Musk kini resmi menjadi pemilik Twitter setelah membeli media sosial berlogo burung itu seharga $44 miliar atau Rp668 triliun.
Dia mengklaim akan menjadikan Twitter sebagai media sosial yang di dalamnya orang bisa bebas berpendapat. Namun, sejumlah orang khawatir Twitter bakal menjadi tempat melontarkan ujaran kebencian. Jumlah ujaran kebencian di Twitter juga melonjak sejak Twitter diakuisi Musk.
Adapun posisi Musk di Twitter saat ini sangat kuat lantaran dia telah membubarkan dewan Twitter dan menjadi satu-satunya direktur.
Baca: Twitter Diserang Mantan Karyawannya, Dituding Abaikan Masalah Keamanan
Pembubaran itu diketahui lewat dokumen yang diajukan kepada Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika Serikat (SEC) hari Senin, (31/10/2022).
Musk juga langsung memecat empat pejabat tinggi Twitter, termasuk sang CEO, setelah resmi menjadi pemilik Twitter.
Musk kini mempertimbangkan kembali kebijakan moderasi konten dan penutupan akun yang sebelumnya melanggar aturan di Twitter secara permanen, termasuk akun mantan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.
(Tribunnewswiki)
Baca berita lain tentang Twitter di sini