Pelajari Penyakit, Ilmuwan Tumbuhkan Sel Otak Manusia dalam Otak Tikus

Eksperimen atau penelitian itu juga akan membuat ilmuwan mengetahui lebih lanjut tentang perkembangan otak.


zoom-inlihat foto
Ilustrasi-tikus-curut.jpg
Tribun Batam/Shutterstock
Ilustrasi tikus


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Para ilmuwan menumbuhkan sel otak manusia ke dalam otak anak tikus untuk menyelidiki penyakit yang berdampak pada otak manusia.

Eksperimen atau penelitian itu juga akan membuat ilmuwan mengetahui lebih lanjut tentang perkembangan otak.

Otak sendiri dianggap sebagai organ manusia yang paling rumit dan masih menjadi misteri bagi ilmuwan.

"Banyak kelainan, misalnya autisme dan skizofrenia, yang sepertinya terjadi secara khusus pada manusia. Namun, tentu saja otak manusia belum bisa diakses dengan mudah," kata Dr. Sergiu Pasca, peneliti senior yang mendeskripsikan eksperimen itu, dikutip dari Associated Press, (13/10/2022).

Menurut peneliti, pendekatan atau eksperimen yang tidak melibatkan pengambilan jaringan otak manusia adalah "metode yang menjanjikan dalam upaya mengatasi kelainan itu".

Penelitian itu menggunakan hasil eksperimen sebelumnya, yakni pembuatan "organoid" otak. Organoid adalah struktur sangat kecil yang menyerupai organ manusia. Ilmuwan juga menggunakan organoid yang mirip organ lain, misal hati dan ginjal

Baca: Pria AS Sukses Jalani Operasi Transplantasi Jantung Manusia dengan Jantung Babi

Ilustrasi tikus
Ilustrasi tikus (jcehrlich.com via Kompas.com)

Untuk membuat organoid otak, ilmuwan dari Universitas Stanford di Amerika Serikat (AS) mengubah sel kulit manusia menjadi sel punca atau stem cell. Sel itu kemudian diubah menjadi beberapa jenis sel otak.

Selanjutnya, sel itu melipatgandakan diri untuk membentuk organoid yang mirip korteks otak besar atau cerebral cortex. Korteks tersebut adalah lapisan terluar otak manusia dan berperan penting dalam beberapa hal, misalnya memori, pikiran, pembelajaran, penalaran, dan emosi.

Baca: Sukses Bikin Monyet Bisa Main Game, Neuralink Elon Musk Siap Tanam Chip di Otak Manusia Tahun Ini

Ilmuwan menumbuhkan organoid itu ke dalam otak anak tikus yang berumur 2 hingga 3 hari. Pada umur itu masih terjadi pembentukan koneksi otak.

Organoid itu tumbuh dan menempati sepertiga otak anak tikus ketika ditanamkan. Adapun neuron dari organoid itu membentuk koneksi dengan sirkuit di dalam otak.

Sebenarnya neuron manusia sudah pernah ditumbuhkan di dalam tubuh hewan pengerat, tetapi umumnya yang digunakan ialah hewan yang sudah dewasa. Namun, penelitian kali ini adalah pertama kalinya organoid ditumbuhkan di dalam otak tikus yang anak-anak.

"Menciptakan sirkuit otak manusia yang paling canggih yang terbuat dari sel kulit manusia dan menunjukkan bahwa neuron manusia yang ditanamkan dapat mempengaruhi perilaku hewan," kata Pasca yang menjadi profesor bidang psikiatri di Sekolah Kedokteran Stanford.

Baca: Pria AS Penerima Transplantasi Jantung Babi Meninggal, Sempat Bertahan 2 Bulan

Untuk mengetahui dampaknya, ilmuwan menggunakan organoid yang berbeda. Organoid yang pertama diambil dari sel manusia yang sehat, sedangkan organoid lainnya diambil dari manusia yang memiliki sindrom Timothy. Sindrom ini adalah kondisi genetik langka yang dikaitkan dengan masalah jantung dan kelainan autisme.

Lima hingga enam bulan kemudian ilmuwan melihat ada perbedaan dalam hal aktivitas elektrik. Neuron dari orang yang terkena sindrom Timothy berukuran jauh lebih kecil dan tidak menumbuhkan banyak ekstensi.

Eksperimen seperti ini turut memunculkan persoalan etika. Misalnya, Pasca dan timnya mengkhawatirkan kehidupan tikus itu dan bertanya-tanya apakah tikus tersebut masih bisa hidup normal dengan organoid di dalam otak.

Beberapa ilmuwan saat ini juga meneliti organoid otak manusia yang tidak ditumbuhkan pada otak hewan.

(Tribunnewswiki)





BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved