TRIBUNNEWSWIKI.COM - PT Johnson & Johnson Indonesia (Johnson & Johnson Indonesia) berkomitmen untuk melayani komunitas perawatan kesehatan melalui program yang mendorong pertumbuhan lingkungan belajar bagi generasi profesional di bidang kesehatan klinis dan administratif untuk memberikan perawatan kesehatan yang terbaik bagi pasien.
Johnson & Johnson Indonesia kali ini bekerja sama dengan PD PAFI Banten menyelenggarakan Webinar Nasional Kefarmasian.
Program ini merupakan kelanjutan rangkaian program webinar di bulan April 2022 yang berhasil memberikan kontribusi kepada lebih dari 2.500 Tenaga Kefarmasian, setelah di tahun sebelumnya (2021) sukses mendukung lebih dari 11.750 Tenaga Teknis Kefarmasian di seluruh Indonesia.
“PAFI selalu semangat mendukung peningkatan kemampuan para anggota melalui training dan webinar yang ada yang akan berdampak positif dalam memberikan pelayanan kefarmasian," kata Ketua Pengurus Daerah (PD) PAFI Banten, Jawa Barat, Renita SE.
“Kami memahami bahwa pengetahuan adalah kekuatan dalam memerangi penyakit, karenanya Johnson & Johnson terus bekerja sama dengan para mitra untuk memberikan informasi yang akurat kepada petugas kesehatan dan sumber daya pendidikan untuk membekali mereka dengan informasi yang mereka butuhkan agar dapat terus memberikan perawatan terhadap pasien sebaik mungkin. Sebagai salah satu petugas garis depan, sangat penting bagi para Apoteker maupun Tenaga Teknis Kefarmasian untuk terus meningkatkan wawasan guna memberikan rekomendasi kesehatan yang tepat bagi pasien," kata Communications & Public Affairs Leader of Johnson & Johnson Pharmaceutical Company for Indonesia & Malaysia, Devy Yheanne.
Acara webinar kali dibuka dengan paparan singkat tentang sejarah, perjalanan dan pelayanan PAFI. Selanjutnya para Medical Channel Development Manager dari PT Johnson & Johnson Indonesia (Benny Hariandja dan Bayu Aji) menyampaikan materi edukasi mengenai gejala GERD dan Diare dan dilanjutkan dengan materi soft skill tentang ‘Positive Mental Attitude’ oleh Devy Yheanne, Communications & Public Affairs Leader of Johnson & Johnson Pharmaceutical Company for Indonesia & Malaysia.
Baca: Gandeng Kemenkes, Johnson & Johnson Indonesia Gelar Webinar Depresi hingga Perilaku Bunuh Diri
Memasuki masa aktif kembali berkegiatan di luar rumah, baik itu untuk bekerja, bersekolah, atau kegiatan lainnya, kita menjadi lebih rentan untuk terkena risiko GERD dan diare.
Penting bagi para petugas garda depan kesehatan, khususnya Tenaga Teknis Kefarmasian untuk memahami gejala GERD dan diare.
Johnson & Johnson telah berdedikasi untuk membantu membangun dunia yang baik selama lebih dari 130 tahun.
Untuk pasien, orang tua, para perawat, dokter, dan tenaga kesehatan lainnya.
Dan terus mewujudkan komitmen kepada para petugas kesehatan di garis depan melalui berbagai program advokasi, pendidikan dan pelatihan, dan kontribusi lainnya.
“Kami tidak akan pernah berhenti merawat Anda, sama seperti Anda tidak pernah berhenti merawat kami.”
(TRIBUNNEWSWIKI.COM/PUTRADI PAMUNGKAS)