Kapolda Jatim Minta Maaf Soal Tragedi Stadion Kanjuruhan, Akui Kekurangan dalam Pengamanan

Sebelumnya, Aremania (fan Arema FC) mendesak polisi meminta maaf setelah 125 nyawa melayang


zoom-inlihat foto
Sejumlah-suporter.jpg
Surya.co.id/ Purwanto
Sejumlah suporter Arema FC, Aremania menggotong korban kerusuhan sepak bola usai laga lanjutan BRI Liga 1 2022/2023 antara Arema FC melawan Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Sabtu (1/10/2022) malam. Sebanyak 127 orang meninggal dunia dan ratusan lainnya luka-luka dalam kerusuhan tersebut menyusul kekalahan Arema FC dari Persebaya Surabaya dengan skor 2-3. Kerusuhan suporter usai pertandingan Arema FC vs Persebaya tidak hanya terjadi di dalam stadion. Mobil d


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Jawa Timur (Jatim) Irjen Nico Afinta menyampaikan permintaan maaf dan menyesalkan tragedi dalam pertandingan Arema FC melawan Persebaya di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang.

Sebelumnya, Aremania (fan Arema FC) mendesak polisi meminta maaf setelah 125 nyawa melayang dalam peristiwa yang terjadi pada Sabtu (1/10/2022) tersebut.

Kapolda Jatim mengakui dalam pengamanan saat itu terdapat kekurangan.

"Saya selaku Kapolda ikut prihatin dan turut menyesal, sekaligus minta maaf di dalam proses pengamanan yang sedang berjalan ada kekurangan," kata Nico di Rumah Sakit Saiful Anwar Malang pada Selasa (4/10/2022), dikutip dari Kompas.com.

Kapolda mengatakan, total ada 125 orang meninggal dunia dan sekitar 300 orang dirawat di rumah sakit.

Pihaknya berjanji melakukan penegakan hukum kepada siapa saja yang bersalah. 

"Apalagi kepada anggota yang bersalah, dan tentunya proses ini sedang berjalan," katanya.

Pihak kepolisian akan mengevaluasi bersama dengan panitia pelaksana, pihak Liga Indonesia Baru, dan PSSI.

"Kami mohon doa, semoga permasalahan ini bisa diselesaikan bersama. Ini kota kita, ini tempat kita bersama. Satu rumah ada permasalahan, saya yakin bisa diselesaikan oleh orang yang tinggal di rumah tersebut. Kita semua bersaudara, langkah-langkah ini pasti membawa hal yang positif," katanya.

Kericuhan dan kerusuhan mewarnai pertandingan pekan ke-11 Liga 1 2022-2023 bertajuk derbi Jawa Timur, Arema FC dan Persebaya Surabaya, di Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Malang, Sabtu (1/10/2022).
Kericuhan dan kerusuhan mewarnai pertandingan pekan ke-11 Liga 1 2022-2023 bertajuk derbi Jawa Timur, Arema FC dan Persebaya Surabaya, di Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Malang, Sabtu (1/10/2022). (KOMPAS.com/Suci Rahayu)

Terkait perbaikan sarana dan prasarana serta kendaraan yang mengalami kerusakan, pihaknya masih berkoordinasi dengan Pemprov Jatim dan Pemkot serta Pemkab Malang.

Baca: Hari Ini, Jokowi Terbitkan Keppres TGIPF Tragedi Stadion Kanjuruhan

Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo mengatakan, polisi masih melakukan penanganan, kemudian investigasi dan pemeriksaan terhadap anggota juga terus berjalan.

Terkait penembakan gas air mata, hal itu bagian dari materi proses identifikasi untuk melakukan audit, pemeriksaan, dan analisis mendalam.

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/PUTRADI PAMUNGKAS)







KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

Tribun JualBeli
© 2022 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved