TRIBUNNEWSWIKI.COM - Ganjar Pranowo dikabarkan diusung oleh Partai Solidaritas Indonesia (PSI) sebagai calon presiden ( capres) untuk pemilu 2022 mendatang.
Hal tersebut disampaikan Wakil Ketua Dewan Pembina PSI, Grace Natalie, dalam konferensi pers, Senin (3/10/2022) sore.
Meskipun Ganjar Pranowo bukan dari kader PSI, Grace mengatakan jika PSI mendukung yang terbaik.
Wakil Ketua Dewan Pembina PSI ini terpilihnya nama Gubernur Jawa Tengah itu adalah hasil forum Rembuk Rakyat diselenggarakan sejak akhir Februari 2022.
"Meskipun memang Mas Ganjar bukan kader PSI, tetapi PSI berkomitmen mendukung kandidat terbaik," kata Grace, dikutip dari Kompas.
Grace menyebut Ganjar adalah calon terbaik.
Baca: Anies Baswedan Diusung Sebagai Capres dari Partai Nasdem, Surya Paloh: Why Not The Best?
Baca: Megawati Ngaku Kaget ada Forum Dewan Kolonel yang Dukung Puan Maharani jadi Capres 2022
Ini dikarenakan ia memiliki visi kebangsaan dan kebinekaan yang sama dengan apa yang selama ini diperjuangkan oleh PSI.
"Selain itu PSI juga melihat Mas Ganjar sebagai sosok paling pas untuk melanjutkan kerja-kerja yang selama ini sudah dilakukan Pak Jokowi dalam memajukan Indonesia," kata dia.
Grace juga menilai bahwa Ganjar politisi yang merakyat serta mengerti aspirasi dan pola komunikasi kaum muda, terbukti dari cara politikus PDI-P itu mengoptimalkan penggunaan media sosialnya.
Ganjar Pranowo, lanjut Grace, disebut unggul ketimbang calon lainnya.
"Sejak awal, Pak Ganjar atau akrab kami sapa Mas Ganjar, unggul dibandingkan kandidat lainnya," lanjutnya.
Grace melanjutkan, Rembuk Rakyat berguna untuk menjaring capres untuk melanjutkan kepemimpinan Joko Widodo.
Ini dilakukan oleh dewan pimpinan pusat dan pengurus daerah bertemu dengan para tokoh di daerah untuk mendengar aspirasi soal calon presiden.
"Dari hasil Rembuk Rakyat itu, kami mengumumkan bahwa Partai Solidaritas Indonesia akan mencalonkan Pak Ganjar Pranowo sebagai calon presiden PSI di tahun 2024," lanjut dia.
Grace juga menekankan, terpilihnya Ganjar Pranowo adalah pilihan rakyat, bukan bukan keinginan dari elite PSI.
"Ini adalah capres 2024 pilihan rakyat lewat Rembuk Rakyat, bukan keinginan dari elite PSI, dan keinginan rakyat itu seusai dengan hati nurani kami juga di PSI," terangya.
Pihak PSI juga mengklaim ada 9 nama kandidat yang muncul dari hasil Rembuk Rakyat.
Baca: Ganjar Pranowo Bacakan Rekomendasi Rakernas PDIP soal Pencapresan, Disambut Tepuk Tangan
Baca: Viral Video Puan Maharani Cemberut Lempar Kaus, Ketua DPP PDIP Said Abdullah: Mbak Puan Kaget
Di antara nama-nama tersebut ada Mahfud MD, Tito Karnavian, hingga Erick Thohir dan Sri Mulyani, minus nama Anies Baswedan.
Tak hanya itu saja, untuk posisi calon wakil presiden 2024 ada nama Yenny Wahid, putri Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid.
Sebagai informasi, Ganjar Pranowo merupakan Gubernur Jawa Tengah yang menjabat selama dua periode pemerintahan dari tahun 2013-2018 dan terpilih kembali pada Pilkada Jawa Tengah tahun 2018.
Ganjar Paranowo lahir di Kabupaten Karanganyar pada 28 Oktober 1968 dari pasangan Pamuji dan Sri Suparmi.
Ganjar Pranowo menempuh Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kutoarjo. Baru setelah masuk jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA), Ganjar melanjutkan ke Yogyakarta tepatnya di SMA BOPKRI Yogyakarta..
Ganjar melanjutkan pendidikannya di Universitas Gadjah Mada dengan mengambil konsentrasi di bidang hukum dan lulus tahun 1995. (1)
Dilansir dari biografiku.com, Ganjar aktif mengikuti kegiatan Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) dan Mapagama (Mahasiswa Pecinta Alam Gadjah Mada) ketika menjadi mahasiswa S1 Universitas Gadjah Mada (UGM).
Riwayat Karier Politik
Ganjar Pranowo adalah Gubernur Jawa Tengah yang menjabat dari tahun 2013 dan merupakan politisi partai PDIP.
Ganjar kembali menjabat sebagai Gubernur Jawa Tengah setelah memenangkan Pilkada Jawa Tengah tahun 2018 berpasangan dengan Taj Yasin Maimoen.
Sebelum menjabat sebagai Gubernur Jawa tengah selama dua perode, Ganjar mengawali karir politiknya dengan menjabat sebagai Anggota Komisi IV DPR RI (Bidang Pertanian, Perkebunan, Kehutanan, Kelautan, Perikanan, Pangan) tahun 2004-2009.
Masih di tahun 2004, Ganjar diangkat menjadi Anggota Badan Legislasi DPR RI hingga tahun 2010. Tahun 2009-2013, Ganjar menduduki posisi sebagai Wakil Ketua Komisi II DPR RI (Bidang Pemerintahan dalam Negeri, Otonomi Daerah, Aparatur Negara, Reformasi Birokrasi, Pemilu, Pertanahan dan reformasi Agraria).
Ganjar Pranowo juga pernah ikut menangani kasus Bank Century. Ganjar tergabung ke dalam Pansus Angket Bank Century di DPR RI 2009-2010 dan Anggota Timwas Century di DPR RI 2010-2013.
Ketika menjabat sebagai Gubernur Jawa Tengah, Ganjar mengeluarkan kebijakan yang dinilai pro terhadap kaum Marhaen. Dilansir dari Kompas.com, Ganjar menilai keputusan politik yang pro terhadap kaum Marhaen ialah kebijakan yang mudah, murah, dan cepat dalam pelayanan.
Marhaen sendiri sering diartikan sebagai kaum proletar atau “wong cilik”.
Bentuk nyata dari kebijakan yang pro kaum marhaen yang dibicarakan oleh Ganjar salah satunya ialah peluncuran Bus Rapid Transit (BRT) Trans Jateng.
BRT Trans Jateng mematok tarif Rp 3500 untuk penumpang umum dan Rp 1000 untuk kalangan buruh dan pelajar (3)
Ganjar Pranowo juga beberapa kali tertangkap kamera tengah melakukan inspeksi mendadak (sidak) di beberapa lokasi, contohnya adalah sidak yang dilakukan Ganjar di Jembatan Timbang Klepu, Semarang (25/2/2015).
Ganjar Pranowo juga sempat diperiksa sebagai saksi dalam penyidikan kasus tindak pidana korupsi. Kasus tersebut tentang pengadaan e-KTP yang menjadikan anggota DPR RI dari Fraksi Partai Golkar Markus Nari sebagai tersangka.
Selain dikenal sebagai pemimpin yang tegas, Ganjar juga diketahui memiliki hobi mengendarai motor antik dan juga bersepeda.
Menilik akun instagram pribadinya @ganjar_pranowo, diketahui Ganjar Pranowo beberapa kali memposting foto dirinya yang tengah mengendarai motor antik maupun bersepeda.
(TRIBUNNEWSWIKI/Ka)