Ingin Buat NFT, Pebisnis Diduga Bakar Lukisan Frida Kahlo Senilai Rp152 M

Lukisan yang dikenal sebagai Fantasmones Siniestros atau Hantu Seram ini diduga dibakar bulan Juli lalu.


zoom-inlihat foto
Lukisan-Fantasmones-Siniestros.jpg
The Times
Lukisan Fantasmones Siniestros diduga dibakar di Miami, Amerika Serikat, Juli 2022.


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Seorang pebisnis bernama Martin Mobarak mengklaim telah membakar lukisan karya Frida Kahlo, seniman Meksiko.

Lukisan yang dikenal sebagai Fantasmones Siniestros atau Hantu Seram itu diduga dibakar Mobarak bulan Juli lalu.

Pembakaran itu terjadi di sebuah gedung di Miami, Amerika Serikat, dan dilihat oleh banyak orang yang hadir di sana. Kata Mobarak, pembakaran tersebut merupakan bagian dari proyek digitalnya.

Mobarak mengaku sedang membuat 10.000 versi digital dari lukisan bernilai $10 juta atau sekitar Rp152 miliar itu. Versi digital itu akan dijual sebagai NFT atau non-fungible token. Sebagai dari hasil penjualan akan disumbangkan.

Aksi pembakaran itu disorot oleh Institut Seni Rupa dan Sastra Nasional Meksiko. Kata institut itu, tindakan Mobarak mungkin sudah termasuk kejahatan.

"Di Meksiko, pengancuran karya seni secara disengaja termasuk tindak kejahatan menurut undang-undang federal tentang arkeologi, seni, dan monumen dan wilayah bersejarah," kata institut itu dikutip dari The Times.

Baca: Hari Ini dalam Sejarah 21 Agustus 1911: Lukisan Mona Lisa Dicuri dan Ditemukan 2 Tahun Kemudian

Fantasmones Siniestros adalah gambar atau lukisan berukuran 9x6 inci yang menggambarkan sosok makhluk misterius.

Seorang pakar seni Amerika Latin bernama Mary-Anne Martin pernah memiliki lukisan itu. Namun, lukisan itu dijualnya kepada sebuah yayasan tahun 2004. Sembilan tahun kemudian lukisan itu beralih ke tangan seorang kolektor.

Baca: Ramai Sikap Antipenindasan, Lukisan Belanda Bertema Kolonialisme di Indonesia Viral Diperbincangkan

Martin mengatakan dia tidak menjual karya seni itu kepada Mobarak. Martin juga mengaku tidak pernah mendengar nama Mobarak sebelum kasus ini mencuat. "Ini mengerikan," kata Martin kepada Vice News.

Pada laman NFT miliknya, Mobarak menyertakan sertifikat keaslian lukisan itu. Sertifikat itu berasal dari tahun 1945 dan ditandatangani oleh seorang penjual karya seni asal Meksiko.

Pakar tidak meyakini keaslinan lukisan yang dibakar Mobarak. Ini lantaran ada banyak lukisan palsu yang dianggap dibuat oleh Kahlo.

Seorang ahli seni Amerika Latin di Wellesley College, Massachusetts, bernama James Oles buka suara mengenai pembakaran itu.

"Dia [Mobarak] menghancurkan bukti yang bisa menunjukkan apakah lukisan itu palsu atau tidak," kata Oles.

Baca: Warga yang Jual Foto KTP & Dokumen Kependudukan di NFT Bisa Dipenjara dan Didenda Rp1 Miliar

(Tribunnewswiki)

Baca berita lain tentang lukisan di sini







KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2022 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved