Luhut Buka Suara Soal Progam Kompor Listrik yang Dibatalkan, Sebut Pemerintah Tidak Ingin Buru-buru

Tanggapi soal pembatalan konveris kompor elpiji ke kompor listrik, Luhut Binsar sebut pemerintah tak ingin terburu-buru


zoom-inlihat foto
Unggahan-Instagram-Mentan-layar-akun-Instagram-luhutpandjaitan.jpg
Tangkapan layar akun Instagram @luhut.pandjaitan
Unggahan Instagram Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves), Luhut Binsar Pandjaitan


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Program kompor listrik kini dibatalkan.

Menanggapi hal tersebut Menteri Kordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan ikut buka suara.

Uji coba konversi kompor elpiji ke kompor listrik yang dilakukan oleh PLN sebelumnya, kata Luhut Binsar, menemukan masalah.

Hingga akhirnya program itu tidak mungkin untuk dilanjutkan lebih jauh.

"Saya belum update memgenai itu, mungkin saja ada sesuatu yang ditemukan sehingga mereka menunda," kata Luhut, dikutip dari Kompas.

Luhut juga menyebut pembatalan program kompor listrik lantaran pemerintah tak ingin terburu-buru mengambil kebijakan yang nanti bermasalah.

Program tersebut bisa menimbulkan masalah jika persiapannya belum matang.

Baca: Kompor Induksi

Baca: Gerindra Ogah Dukung Rencana Konversi Elpiji 3 Kg ke Kompor Listrik : Rakyat Kecil Terbebani

Hal tersebut disampaikan Luhut Binsar Pandjaitan di Sarinah Thamrin Jakarta, Selasa (27/9/2022).

"Jadi kita tidak ingin buru-buru, yang nanti kemudian bermasalah ya," jelas Luhut.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, pemerintah dikabarkan akan memberikan paket kompor listrik untuk 300.000 penerima secara gratis sebagai implementasi dari program konversi kompor yang menggunakan elpiji 3 kg ke kompor listrik.

Sekjen Kementerian ESDM Rida Mulyana mengatakan, paket kompor listrik tersebut diberikan kepada masyarakat yang terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).

Satu paket terdiri dari kompor listrik dua tungku, satu alat masak, dan satu miniature circuit breaker atau MCB.

Satu paket kompor listrik siap pakai itu bernilai Rp 1,8 juta.

"Rencananya tahun ini 300.000 (penerima). Jadi satu rumah itu dikasih satu paket, kompornya sendiri, alat masaknya sendiri, dana dayanya dinaikin,” ujar Rida, dikutip pada Rabu (21/9/2022), dikutip dari Kompas.com.

Paket kompor listrik Rp 1,8 juta terbilang mahal.

Ilustrasi kompor listrik
Ilustrasi kompor listrik (Kompas.com)

Meski demikian, hal itu wajar karena tiap tungku berukuran 800 watt, tetapi nantinya salah satu tungku akan dinaikkan menjadi di atas 1.000 watt.

Peningkatan daya salah satu tungku kompor listrik tersebut yang membuat nilai paket diperkirakan mencapai Rp 2 juta per rumah tangga miskin.

Sementara, peningkatan daya bertujuan agar waktu memasak menjadi lebih cepat.

"Jadi ada usulan yang satu tungkunya diubah lebih gede. Nah, itu lagi dikalkulasi berapa harganya, harusnya kan enggak Rp 1,8 juta lagi, mungkin Rp 2 juta, pasti lebih naik," jelas Rida.

Lebih lanjut, untuk mendorong masyarakat menggunakan kompor listrik, pemerintah akan menjamin keselamatan dan kemudahan penggunaannya.

Akan ada uji coba penggunaan kompor listrik ini pun akan dievaluasi secara berkala.

"Uji coba ini yang akan kita evaluasi sampai Oktober nanti," tutup dia.

Menko Airlangga Tegaskan Program Kompor Listrik Tidak Akan Diterapkan Tahun ini

Menteri Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan, pemerintah telah melihat kondisi di lapangan terkait dengan konversi gas elpiji 3 kilogram (kg) menjadi kompor listrik induksi.

Airlangga mengatakan, program kompor listrik induksi saat ini masih merupakan uji coba sebanyak 2.000 unit dari rencana 300.000 unit yang akan dilaksanakan di Bali dan di Solo, Jawa Tengah.

“Hasil dari uji coba ini akan dilakukan evaluasi dan perbaikan-perbaikan,” ujar Airlangga dalam tayangan konferensi pers secara daring di YouTube Sekretariat Kabinet, Jumat (23/9/2022), dikutip dari Kompas.com.

Baca: Pemerintah Jajal Program Konversi Gas Elpiji 3 Kg ke Kompor Listrik

Baca: Mudah, Cukup Gunakan Campuran Bahan Ini untuk Membersihkan Kompor yang Kotor

Airlangga mengatakan, pemerintah akan memperhatikan kepentingan masyarakat dalam program konversi ini.

Kaitannya, soal biaya dan risiko serta akan melakukan sosialisasi lebih luas kepada masyarakat.

“Pemerintah akan menghitung dengan cermat segala biaya dan risiko, memperhatikan kepentingan masyarakat, serta mensosialisasikan kepada masyarakat sebelum program diberlakukan,” kata Airlangga.

Kemudian, Airlangga memastikan bahwa program konversi kompor elpiji 3 kg ke kompor listrik induksi tidak akan diterapkan pada tahun 2022.

“Dapat saya sampaikan bahwa pemerintah belum memutuskan, sekali lagi pemerintah belum memutuskan terkait program konversi kompor elpiji 3 kilogram menjadi kompor listrik induksi,” kata Airlangga.

“Dapat dipastikan bahwa program ini tidak akan diberlakukan di tahun 2022. Sampai saat ini, pembahasan anggaran dengan DPR terkait dengan program tersebut belum dibicarakan dan tentunya belum disetujui,” ujarnya melanjutkan.

Hingga kini, pemerintah terus memantau dan menghargai masukan dari masyarakat termasuk juga memonitor pemberitaan di media.

Pemerintah juga tengah gencar mengampanyekan konversi penggunaan kompor berbahan bakar elpiji diganti dengan kompor listrik maupun kompor induksi.

Pemerintah akan membagi-bagikan secara gratis paket lengkap kompor listrik senilai Rp 1,8 juta untuk ratusan ribu kepala keluarga dalam program tersebut.

Apabila sukses, maka program konversi kompor listrik ini juga diharapkan bisa jadi solusi masalah kerugian PLN akibat kelebihan pasokan atau oversupply listrik PLN.

(TRIBUNNEWSWIKI/PUTRADI PAMUNGKAS/Ka)





BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

  • Film - Utusan Iblis (2025)

    Utusan Iblis adalah sebuah film horor Indonesia yang
© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved