Dituding Bela Sambo, Komnas HAM: Kalau Lindungi Dia, Kenapa Kami Simpulkan Extra Judicial Killing?

Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik dengan tegas membantah berusaha melindungi Ferdy Sambo.


zoom-inlihat foto
Ahmad-Taufan-Damanik-ss.jpg
KOMPAS.com/Haryantipuspasari
Ahmad Taufan Damanik


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Ketua Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Ahmad Taufan Damanik dituding melindungi Ferdy Sambo sebagai dalang di balik pembunuhan Brigadir J dengan membuat dugaan adanya pelecehan seksual.

Namun, tudingan tersebut dibantah dengan tegas oleh Ahmad Taufan Damanik.

Ini lantaran dalam laporan tersebut jelas Komnas HAM menyatakan Ferdy Sambo melakukan tindakan pembunuhan tanpa proses hukum atau extra judicial killing.

Komnas HAM juga menyatakan bahwa Ferdy Sambo melakukan tindak kejahatan obstruction of justice.

"Kalau kami melindungi Sambo, masak (mana boleh) kami menyimpulkan extra judicial killing dan obstruction of justice, yang kedua simpulan ini kami firmed (kokoh), tidak pakai dugaan," ungkap Taufan saat dikonfirmasi melalui pesan singkat, seperti dikutip dari Kompas.com, Kamis (15/9/2022).

Taufan mengatakan justru Komnas HAM mengarahkan kepada hakim untuk menghukum berat Ferdy Sambo.

Laporan Komnas HAM tersebut juga mengarahkan kepada penyidik kepolisian untuk serius menangani tindak pidana yang dilakukan mantan Kadiv Propam itu.

"(Keputusan Komnas HAM) yakin seyakin-yakinnya dan minta hakim menghukum berat, minta penyidik dan jaksa serius mendukung alat bukti," imbuh Taufan Damanik.

Baca: Putri Candrawathi Dituding Ikut Tembak Brigadir J, Bharada E Kuak Sosok Penembak Terakhir

Dengan tegas, Taufan membantah melindungi Ferdy Sambo kendati pihaknya memunculkan kesimpulan adanya dugaan pelecehan seksual yang diduga dialami istri Sambo, Putri Candrawathi.

Taufan bahkan meminta penyidik agar dapat membongkar kasus tersebut lantaran dugaan itu baru didapat dari keterangan Putri Candrawathi saja.

"(Karena) kami sangat khawatir semua keterangan yang muncul adalah keterangan dari pihak PC saja," kata dia.

Sementara itu, Ketua Komisi Nasional Anti Kekerasan Terhadap Perempuan (Komnas Perempuan) Andy Yentriyani mengkhawatirkan isu dugaan kekerasan seksual yang kembali dimunculkan dapat meringakan hukuman Ferdy Sambo.

Baca: Misteri di Balik Tangisan Susi ART Sambo, Diyakini Bisa Jadi Kunci Ungkap Kejadian di Magelang

Yentriyani mengatakan tak ingin dugaan pelecehan seksual yang dialami Putri Candrawathi itu menjadi alat pemaaf bagi Ferdy Sambo sebagai dalang di balik pembunuhan Brigadir J.

"Kita juga tak mau isu kekerasan seksual menjadi alat pemaaf apalagi membenarkan tindak pembunuhan berencana dan sewenang-wenang," kata Yentriyani.

Komnas HAM dalam rekomendasi yang diserahkan kepada Kapolri Listyo Sigit Prabowo melalui Kepala Inspektorat Pengawasan Umum (Irwasum) Komjen Agung Budi Maryoto, Kamis (1/9/2022) kembali memunculkan isu dugaan kasus pelecehan seksual yang diduga dilakukan oleh Brigadir J terhadap Putri Candrawathi.

Bahkan, dalam keterangannya berdasarkan rekomendasi itu, Komnas HAM menyebut diduga kuat terjadinya kasus pelecehan seksual.

Sebab itulah, Komnas HAM dan Komnas Perempuan meminta penyidik kepolisian untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut tentang dugaan kasus pelecehan seksual.

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/PUAN)







KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2022 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved