TRIBUNNEWSWIKI.COM - Pemerintah Australia resmi menyatakan Raja Charles III sebagai kepala negara Australia, (11/9/2022).
Pernyataan itu disampaikan oleh Gubernur Jenderal Australia David Hurley di gedung parlemen, Canberra.
Australia juga akan menggelar upacara peringatan tanggal 22 September mendatang, setelah Perdana Menteri Australia Anthony Albanese kembali dari Inggris.
Di Inggris, Albanese menghadiri prosesi pemakaman Ratu Elizabeth II yang digelar tanggal 19 September.
Ketika menjadi kepala negara, Ratu Elizabeth pernah mengunjungi Australia sebanyak 16 kali.
"Dari lawatan pertama Ratu ke Australia, satu-satunya penguasa Inggris yang pernah berkunjung ke sini, sudah jelas bahwa Australia mendapat tempat yang spesial dalam hati Yang Mulia," kata Albanese, (9/9/2022), dikutip dari CNN International.
"15 lawatan lainnya, di depan kerumunan yang bersorak sorai di seluruh negeri, menunjukkan bahwa dia punya tempat yang spesial dalam diri kami."
Baca: Setelah Ratu Elizabeth Mangkat, Pangeran Charles Naik Takhta dengan Gelar Raja Charles III
Pada tahun 1999 Australia pernah menggelar referendum tentang pencopotan Elizabeth sebagai kepala negara. Namun, warga Australia pada akhirnya tetap mempertahankan Elizabeth.
Pada hari Jumat lalu Gedung Opera Sydeny menampilkan potret Elizabeth untuk memberikan penghormatan kepadanya.
Baca: Ratu Elizabeth II Dimakamkan 19 September, Berikut Rinciannya
Negara tetangga Australia, yakni Selandia Baru, juga menyatakan Raja Charles III sebagai kepada negara Selandia Baru.
Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern mengatakan Elizabeth telah melayani rakyat Selandia Baru selama 70 tahun.
"Bagi mayoritas warga Selandia Baru, dia adalah satu-satunya pemimpin yang kami kenal, dan setelah dia wafat, kami memasuki masa perubahan," kata Ardern.
"Raja Charles sudah lama mencintai Selandia Baru dan terus menunjukkan perhatiannya yang mendalam kepada negara kami," kata dia. "Dan ketika satu masa selesai, masa lainnya dimulai."
Baca: Urutan Pewaris Takhta Kerajaan Inggris Selanjutnya setelah Meninggalnya Ratu Elizabeth II
Sementara itu, parlemen Kanada pada hari Kamis mendatang akan bersidang. Sidang itu digelar agar anggota parlemen bisa memberikan penghormatan kepada Elizabeth.
Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau mengatakan akan menunda sidang pembukaan selama satu hari. "Untuk mengakomodasi pemakaman Yang Mulia, pembukaan sidang akan ditunda satu hari, hingga 20 September," kata Trudeau.
(Tribunnewswiki)
Baca berita lain tentang Raja Charles III di sini