TRIBUNNEWSWIKI.COM - Presiden Tiongkok Xi Jinping dan Presiden Rusia Vladimir Putin dijadwalkan bertemu langsung di Uzbekistan pekan depan.
Informasi ini disampaikan oleh Duta Besar Rusia untuk Tiongkok, Andrey Denisov, dan turut dimuat di laman kantor berita TASS.
Xi dan Putin bertemu di sela-sela rapat Shanghai Cooperation Organization. Ini menjadi pertemuan mereka secara tatap muka sejak Rusia menyerbu Ukraina bulan Februari lalu.
Pertemuan itu juga menjadi lawatan pertama Xi ke luar negeri sejak pandemi Covid-19.
"Rapat ini dijanjijan bakal menarik karena rapat ini menjadi pertermuan tingkat tinggi pertama secara penuh sejak pandemi," kata Denisov dikutip dari TASS.
"Saya tidak ingin berkata bahwa rapat daring bukanlah rapat penuh, tetapi komunikasi langsung di antara para pemimpin adalah kualitas yang berbeda dalam diskusi."
Melansir pemberitaan CNN International, pertemuan Xi dengan Putin menunjukkan pentingnya hubungan Tiongkok dengan Rusia di tengah krisis Ukraina.
Baca: Pejabat Ukraina Tuding Barat Enggan Mengadili Vladimir Putin
Dalam beberapa tahun belakangan Moskwa dan Beijing telah menjadi sekutu erat. Keduanya sama-sama menghadapi ketegangan dengan Barat. Beberapa pekan sebelum invasi Rusia, Xi dan Putin menyatakan bahwa di antara negara mereka terdapat kerja sama "tak terbatas".
Tiongkok juga menolak mengecam agresi Rusia ke Ukraina. Sebaliknya, negara itu justru menyalahkan NATO dan Amerika Serikat (AS) sebagai penyebabnya.
Baca: Hubungan AS dengan Tiongkok Memanas, Joe Biden Akan Berbicara dengan Xi Jinping
Kementerian Luar Negeri Tiongkok mengaku tidak bisa memberikan informasi mengenai rencana Xi ke Uzbekistan untuk mengadiri rapat SCO tanggal 15 September itu.
Alfred Wu, profesor di Sekolah Kebijakan Publik Lee Kuan Yew, Universitas Nasional Singapura, mengatakan kunjungan langka Xi menjelang Kongres Partai Komunis Tiongkok itu menunjukkan kepercayaan diri dan kekuatan dalam diri Xi. Xi ingin terpilih kembali sebagai Presiden Tiongkok untuk ketiga kalinya.
"Ini memperlihatkan bahwa sebagian besar keputusan tentang pengaturan staf untuk masa jabatannya yang ketiga mungkin telah dibuat. Saya tidak berpikir dia mendapat tantangan di negaranya sendiri," kata Wu.
Putin menjadi salah satu dari sedikit pemimpin dunia yang ditemui Xi secara tatap muka sejak awal tahun 2022. Pada Olimpiade Musim Dingin Beijing bulan Februari lalu, Putin bertandang ke Tiongkok. Pada saat itu banyak negara Barat yang memboikot pesta olahraga akbar itu karena menuding Tiongkok telah melakukan pelanggaran HAM.
Baca: Taiwan Menembak Jatuh Drone yang Datang dari Tiongkok
Pada momen itu keduanya menegaskan kerja sama antara Tiongkok dan Rusia serta merilis pernyataan yang berisi penolakannya terhadap "perluasan NATO lebih lanjut". Mereka juga berjanji untuk "terus mewaspadai dampak negatif strategi Indo-Pasifik yang milik AS".
Kini, di tengah berlangsungnya invasi Rusia ke Ukraina, Tiongkok terus mengkritik sanksi Barat kepada Rusia. Perusahaan-perusahaan Tiongkok juga mulai mengimpor energi dari Rusia dalam jumlah yang makin banyak.
(Tribunnewswiki)
Baca berita lainnya tentang Vladimir Putin di sini