Informasi Awal #
TRIBUNNEWSWIKI.COM - Mastitis adalah infeksi pada satu atau lebih saluran payudara.
Kondisi ini biasanya berhubungan dengan aktivitas menyusui.
Mastitis bisa menyebabkan sakit parah jika tidak terdeteksi dan terobati secepatnya.
Infeksi yang muncul karena menyusui ini juga dikenal dengan istilah mastitis laktasi.
Mastitis menjadi salah satu dari berbagai masalah ibu menyusui.
Selain ibu menyusui, wanita yang belum melahirkan dan menyusui pun bisa mengalami penyakit ini juga.
Tidak hanya itu saja, bahkan wanita yang memasuki masa menopause juga bisa mengalaminya. (1)
Baca: Kurap
Tanda-Tanda #
- Terasa perih saat menyusui
- Terdapat benjolan menyakitkan
- Ukuran salah satu payudara lebih besar
- Puting payudara mengeluarkan nanah
- Sering merasa lelah
- Pembengkakan kelenjar getah bening di ketiak atau leher
- Payudara memar kemerahan
- Sering terasa gatal
- Demam (2)
Cara Mengatasi #
1. Harus tetap menyusui
Salah satu cara paling efektif untuk menghilangkan mastitis adalah tetap menyusui dari payudara yang mengalami mastitis.
Hal ini dilakukan meski terasa sakit.
Karena apabila berhenti menyusui justru akan memperburuk mastiti.
Hal-hal yang harus dilakukan ketika sedang menyusui adalah sebagai berikut:
- Pastikan mulut bayi melekat dengan benar pada payudara.
- Mencari posisi menyusui yang nyaman.
- Pijat payudara dengan lembut saat menyusui untuk memperlancar ASI.
- Hindari menggunakan bra yang terlalu ketat.
- Perbanyak istirahat dan minum banyak air.
- Kompres payudara dengan kain yang telah direndam air hangat atau mandi dengan air hangat.
- Selain membantu menghilangkan rasa sakit, cara ini juga membuat payudara jadi lebih lunak, sehingga ASI bisa mengalir dengan lebih lancar.
2. Konsumsi obat-obatan
Apabila telah melakukan langkah-langkah menyusui seperti di atas namun belum juga mengurangi gejalanya.
Maka bisa dilakukan dengan penanganan secara medis. (2)
(TribunnewsWiki.com/Bangkit N)
| Nama Penyakit | Mastitis |
|---|
| Cara mengatasi | Harus tetap menyusui |
|---|
| Konsumsi obat-obatan |
Sumber :
1. hellosehat.com
2. www.alodokter.com