TRIBUNNEWSWIKI.COM - Liz Truss menjadi menjadi Perdana Menteri Inggris dan menggantikan Boris Johnson, (6/9/2022).
Ia menjadi PM Inggris ke-15 dalam sejak Ratu Elizabeth II menduduki takhta Inggris.
Truss adalah pemimpin Partai Konservatif. Perempuan bernama lengkap Mary Elizabeth Truss ini lahir 26 Juli 1975.
Liz Truss telah menjabat sebagai Menteri Negara untuk Urusan Luar Negeri, Persemakmuran dan Pembangunan sejak 2021 dan Menteri Perempuan dan Kesetaraan sejak 2019.
Baca: Empat Calon Perdana Menteri Inggris: Sunak Terkuat, Truss Paling Berpengalaman
Baca: Rishi Sunak Maju dalam Perebutan Kursi Perdana Menteri Inggris
Sebagai anggota Partai Konservatif, Truss telah menjadi Anggota Parlemen (MP) untuk wilayah South West Norfolk sejak 2010.
Dia telah menjabat di berbagai posisi di kabinet di bawah Perdana Menteri David Cameron, Theresa May, dan Boris Johnson .
Liz Truss kuliah di Merton College, Oxford , dan menjadi Presiden Demokrat Liberal Universitas Oxford.
Pada tahun 1996, ia lulus dan bergabung dengan Partai Konservatif.
Dia bekerja di Shell and Cable & Wireless.Truss terpilih untuk untuk menjadi wakil South West Norfolk pada pemilihan umum 2010.
Sebagai backbencher , ia menyerukan reformasi di beberapa bidang kebijakan termasuk pengasuhan anak, pendidikan matematika dan ekonomi.
Dia mendirikan Free Enterprise Group of Conservative MPs dan menulis atau ikut menulis sejumlah makalah dan buku, termasuk After the Coalition (2011) dan Britannia Unchained (2012).
Truss menjabat sebagai Wakil Menteri Negara untuk Pengasuhan Anak dan Pendidikan Parlemen dari 2012 hingga 2014, sebelum diangkat oleh Cameron sebagai Menteri Negara untuk Lingkungan, Pangan, dan Urusan Pedesaan dalam perombakan kabinet 2014.
Setelah pemilihan umum 2017, Truss diangkat menjadi Menteri Kepala Departemen Keuangan.
Baca: Joe Biden Hubungi Naftali Bennett, Beri Selamat Jadi Perdana Menteri Israel
Baca: Baru Beberapa Jam Menjabat, Perdana Menteri Perempuan Pertama di Swedia Mengundurkan Diri
Truss mendukung upaya Johnson untuk menjadi pemimpin Partai Konservatif.
Johnson menunjuk Truss sebagai Menteri Negara untuk Perdagangan Internasional dan Presiden Dewan Perdagangan.
Dia mengambil peran tambahan sebagai Menteri Perempuan dan Kesetaraan pada September 2019.
Dia dipromosikan menjadi Menteri Luar Negeri oleh Johnson dalam perombakan kabinet 2021.
Setelah pengunduran diri Borris Johnson, Truss memenangkan pemilihan kepemimpinan Partai Konservatif 2022.
Liz Truss mengalahkan Rishi Sunak, dengan 81.326 suara (57 persen) berbanding 60.399 suara (43 persen), dikutip dari kantor berita AFP.
Pemilihan tersbut dilakukan dalam pemilihan internal yang diadakan setelah Boris Johnson mundur pada bulan Juli.
Liz Truss sebenarnya berada di belakang Rishi Sunak dalam lima putaran pemungutan suara orang para anggota parlemen Partai Konservatif Inggris (Tory).
Namun, para pengamat sebelumnya telah memperkirakan bahwa Liz Truss merupakan kandidat favorit untuk menang.
Hal ini karena Truss dianggap sudah berpengalaman selama bertahun-tahun membangun hubungan dengan asosiasi konstituensi serta ia tetap setia kepada Boris Johnson.
(TRIBUNNEWSWIKI/Ka)