Epidemiolog Sebut Vaksin Cacar Monyet Bukan Jawaban Tunggal Cegah Penularan

Deteksi dini kasus cacar monyet menjadi penting sebab vaksin tidak memiliki garansi 100 persen mencegah penularan cacar monyet.


zoom-inlihat foto
Ilustrasi-cacar.jpg
Istimewa
Ilustrasi penyakit cacar monyet


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Epidemiolog dari Griffith University Australia, Dicky Budiman mengungkapkan, vaksinasi cacar monyet bukan menjadi solusi tunggal terhadap penanganan cacar monyet (monkey pox) di Indonesia.

Dicky menekankan perlunya deteksi dini terhadap kasus-kasus cacar monyet.

Terlebih, saat ini vaksin Bavarian Nordic itu belum memiliki data efikasi yang bisa menjadi rujukan keefektifannya.

"Belum ada data yang solid sehingga perlu dipahami bahwa vaksin ini adalah bukan solusi tunggal, Ia menjadi upaya penguat yang mendasar. Yang paling utama adalah menemukan kasusnya, deteksi dini kasus," kata Dicky saat dihubungi Kompas.com, Kamis (1/8/2022).

Dicky menjelaskan, deteksi dini kasus cacar monyet menjadi penting sebab vaksin tidak memiliki garansi 100 persen mencegah penularan cacar monyet.

Efikasi vaksin bakal bergantung pada kecepatan deteksi dini.

Semakin cepat deteksi dini, maka semakin cepat pula pemberian vaksin pada orang suspek cacar monyet.

Umumnya, orang yang bergejala klinis terinfeksi cacar monyet harus diberikan vaksin maksimal 4 hari sejak berkontak langsung dengan penderita.

Kemudian, orang tanpa gejala diberikan vaksin dalam 2 minggu sejak kontak erat.

"(Kecepatan deteksi dan pemberian vaksin) sangat direkomendasikan untuk kasus kontak erat yang diberikan dalam waktu 4 hari sejak berhubungan. Makanya ini penting sekali dalam 4 hari untuk menemukan yang bergejala," tutur Dicky.

Ilustrasi virus cacar monyet yang menyerang manusia dan sedang menyebar di sejumlah negara di dunia.
Ilustrasi virus cacar monyet yang menyerang manusia dan sedang menyebar di sejumlah negara di dunia. (The Strait Times)

Strategi vaksinasi yang efektif untuk kasus cacar monyet merupakan strategi vaksinasi cincin.

Vaksinasi cincin adalah vaksin untuk orang-orang tertentu saja, seperti orang berkontak erat dengan penderita.

Baca: Menkes Sebut Orang Kelahiran 1980 ke Bawah Terlindung dari Cacar Monyet

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga belum merekomendasikan vaksinasi massal untuk negara mana terkait kasus cacar monyet.

"Jadi langkahnya adalah deteksi dini, mengisolasi, karantina, dan melakukan vaksinasi cincin. Strategi vaksinasi cincinnya di belakang, bukan di depan. Oleh karena itu, penemuan kasus penting, kemudian deteksi dini, dan tracing sehingga isolasi karantina menjadi efektif kurang lebih 3 minggu," papar Dicky.

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/PUTRADI PAMUNGKAS)







KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2022 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved