Pejabat Ukraina Diminta Berhenti Berkoar-koar tentang Kampanye Militer Melawan Rusia

Presiden Zelenskiy meminta pejabatnya tidak berkoar-koar tentang serangan terhadap Rusia.


zoom-inlihat foto
di-Donbas-Ukraina.jpg
ANATOLII STEPANOV / AFP
Tentara Ukraina berada di atas tank di sebuah jalan di Donbas, Ukraina, (21/6/2022).


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Presiden Ukraina Voldymyr Zelenskiy meminta para pejabat Ukraina untuk berhenti membicarakan kampanye militer melawan Rusia.

Menurut Zelenskiy, perang saat ini bukanlah waktu yang tepat untuk mengeluarkan pernyataan yang "angkuh dan keras".

"Lebih sedikit rincian tentang rencana pertahanan kita yang kalian berikan, maka itu akan lebih baik bagi pelaksanaan renacana itu," ujar Zelenskiy dikutip dari CNN International.

"Kalian harus memikirkan tanggung jawab kalian dalam tiap kata yang kalian ucapkan tentang apa yang negara kita siapkan untuk melakukan pertahanan atau menyerang balik."

Ucapan ini disampaikan Zelenskiy setelah Mayjen Dmytro Marchenko buka suara tentang operasi yang digelar pasukan Ukraina untuk melumpuhkan jembatan di atas Sungai Dnipro.

Jembatan itu digunakan Rusia untuk mengirimkan perbekalan kepada satuan tempur mereka di Kota Kherson.

"Saya ingin menyampaikan kepada warga Kherson bahwa ini tidak akan selama yang diperkirakan orang. Ini akan cepat," kata Marchenko.

Baca: AS Siapkan Bantuan Keamanan $1 Miliar untuk Ukraina, Terbesar Sejauh Ini

Zelenskiy tidak menyebutkan nama Marchenko dalam perintahnya kepada pejabat militer untuk berhenti berkoar-koar.

Namun, para pejabat pertahanan Ukraina mengatakan kini ada penyelidikan terhadap seorang perwira militer tinggi.

Perkembangan terbaru di Ukraina

Serangan Rusia di Ukraina terus berlanjut. Pasukan Vladimir Putin dilaporkan membombardir Kota Nikopol dengan roket.

Menurut Kepala Administrasi Militer Dnipropetrovsk, Valentyn Reznichenko, serangan itu menyerang dua distrik.

Sementara itu, ada 40 roket Rusia yang menghantam Kota Marganet yang dekat dengan Nikopol.

Pihak Ukraina mengatakan Nikopol hampir tiap hari diserang oleh roket dan tembakan artileri Rusia.

Baca: Rusia Punya Target Baru di Ukraina: Lengserkan Presiden Zelenskiy

Peluncur roket BM-21
Peluncur roket BM-21 "Grad" milik Ukraina meluncurkan roket ke arah pasukan Rusia di Donbas, 10 April 2022. (ANATOLII STEPANOV / AFP)

Di tempat lain, PLTN Zaporizhzhia di Ukraina sedang dalam kondisi mengkhawatirkan. PLTN terbesar di Eropa itu kini berada di tangan pasukan Rusia.

Menurut Menteri Dalam Negeri Ukraina, Denys Monastyrskyl, "tidak ada kendali yang cukup atas operasional" PLTN itu.

PLTN itu tetap beroperasi dengan kapasitas yang dikurangi. Operasinya dilakukan oleh teknisi sipil Ukraina.

Selain itu, dilaporkan ada serangan yang mengenai area sekitar PLTN itu.

Ukraina telah meminta Badan Energi Atom Internasional (IAEA) untuk memastikan adanya kontrol atas PLTN itu.

"Kini PLTN Zaporizhzhia tidak hanya berada di tangan musuh, tetapi juga di tangan para ahli yang tidak terlatih dan bisa memungkinkan adanya tragedi," kata Monastyrskyl.

Baca: Pecat Jaksa Agung Ukraina, Zelenskiy Sebut Banyak Staf Kejaksaan yang Berkhianat

(Tribunnewswiki)

Baca berita lainnya tentang Ukraina di sini

 







KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

  • PDI-P Sesalkan Reuni Relawan Jokowi

    Hasto menyebutkan, ada elite relawan yang memanfaatkan kebaikan
  • Oreo BLACKPINK

    Oreo BLACKPINK adalah adalah produk eksklusif terbaru dari
  • Cara Membuat SIM Online 2022,

    Setiap pengendara kendaraan bermotor wajib mempunyai Surat Izin
  • Andries Noppert

    Andries Noppert adalah pemain sepak bola berkebangsaan Belanda
  • Beukenhof Restaurant

    Beukenhof Restaurant adalah restoran yang terletak di Yogyakarta
Tribun JualBeli
© 2022 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved