LPSK Sempat Ditawari Amplop saat Periksa Sambo, IPW Duga Ada Upaya Suap Rekayasa Kasus Brigadir J

Staf LPSK mengaku ditawari ampol saat memeriksa Ferdy Sambo pada 13 Juli 2022 lalu saat mendatangi kantor Propam.


zoom-inlihat foto
1-Edwin-Partogi.jpg
TribunJakarta/Bima Putra
Wakil Ketua LPSK Edwin Partogi Pasaribu saat memberi keterangan tentang pelanggaran HAM di Jakarta Timur, Selasa (10/12/2019)


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Staf Komisioner Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) mengaku disodori amplop saat memeriksa Irjen Ferdy Sambo pada 13 Juli 2022 lalu.

Mendengar hal itu, Ketua Indonesia Police Watch (IPW) Sugeng Teguh Santoso berpendapat adanya tindakan tidak etis dan dapat mencoreng institusi negara.

Sugeng meyakini hal itu merupakan upaya suap agar penyelidikan kasus pembunuhan Brigadir J di rumah dinas Irjen Ferdy Sambo pada 8 Juli 2022 berjalan mulus dan memperlancar rekasaya Sambo.

"Tentu hal ini adalah upaya suap kepada penyelenggara negara, yaitu komisioner LPSK," ucap Sugeng, dikutip Tribunnews.com, Jumat (12/8/2022).

Namun, ia sangat mengapresiasi staf LSPK tersebut karena berani menolak amplop berwarna itu.

Sugeng mengatakan selama ini telah mendengar kabar bahwa ada upaya serupa kepada lembaga negara agar memperlancara rekayasa dan tak terbongkar ke publik.

"Saya mengapresiasi komisioner dan staf LPSK tidak menerima amplop tersebut. Ini adalah satu hal yang terbaik karena saya mendengar simpang siur banyaknya isu bahwa bertebaran uang disebar kepada komisi-komisi negara."

"Ternyata ini benar adanya bahkan saya mendengar juga kepada Kompolnas lalu kepada Komnas HAM, tapi saya percaya mereka menolak," papar Sugeng.

Di sisi lain, Wakil Ketua LPSK Edwin Partogi Pasaribu mengungkapkan peristiwa pemberian amplop tersebut terjadi di Kantor Propam pada 13 Juli 2022.

Baca: Orang Tua dan Bharada E Tunjuk Ronny Talapessy Jadi Pengacara Baru lantaran Merasa Nyaman

Terhitung beberapa hari setelah kabar peristiwa penembakan yang menewaskan Brigadir J mencuat ke publik.

"Pertemuan di kantor Propam pada 13 Juli 2022. Setelah pertemuan dengan Irjen Ferdy Sambo dan jeda menunggu kedatangan Bharada E," ujar Edwin.

Kala itu, staf LPSK mendatangi Kantor Propam berjumlah 2 orang yang sedang melakukan koordinasi dengan Ferdy Sambo tentang pengajuan permohonan perlindungan termasuk untuk Bharada E.

Edwin membeberkan kejadian pemberian amplop itu terjadi saat salah satu staf LPSK sedang menunaikan ibadah salat di Masjid Mabes Polri.

Sementara, satu staf LPSK lainnya menunggu di ruang tunggu Kantor Propam.

"Pada saat kesempatan tersebut, salah seorang staf berseragam hitam dengan garis abu-abu, menyampaikan titipan/pesanan “Bapak” untuk dibagi berdua diantara Petugas LPSK," kata Edwin.

Baca: Skenario Ferdy Sambo Berubah-ubah, Ayah Brigadir J Bersuara: Dulu di Rumah, Pindah Lagi di Magelang

Edwin menyebut pesanan yang disampaikan itu berupa map yang didalamnya berisi amplop cokelat dengan ketebalan masing-masing 1 cm.

Meski begitu, belum sampai amplop dibuka, seorang staf LPSK tersebut langsung menolak dan meminta untuk amplop itu dikembalikan.

"Staf tersebut menyodorkan sebuah map yang didalamnya terdapat 2 amplop coklat dengan ketebalan masing-masing 1 cm," ujarnya.

"Petugas LPSK tidak menerima titipan/pesanan tersebut dan menyampaikan kepada staf tersebut untuk dikembalikan saja," imbuh Edwin.

Pihaknya belum dapat memastikan isi amplop tersebut.







KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2022 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved