Keluarga Brigadir J Siap Beri Maaf untuk Ferdy Sambo dan Bharada E, Tapi Hukum Terus Berjalan

Ayah Brigadir Yosua, Samuel Hutabarat, mengatakan pihak keluarga tetap membuka pintu maaf jika Ferdy Sambo meminta maaf


zoom-inlihat foto
111-Brigadir-J.jpg
Tangkap layar siaran langsung YouTube Kompas TV
Rumah Irjen Ferdy Sambo di Duren Tiga, Jakarta Selatan didatangi anggota Brimob bersenjata lengkap.


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Keluarga Brigadir J atau Nofriansyah Yosua Hutabarat memberi pintu maaf untuk Irjen Ferdy Sambo dan Bharada E atau Richard Eliezer.

Seperti diberitakan sebelumnya, Irjen Ferdy Sambo dan Bharada E diduga terlibat pembunuhan Brigadir J.

Ayah Brigadir Yosua, Samuel Hutabarat, mengatakan pihak keluarga tetap membuka pintu maaf jika Ferdy Sambo meminta maaf.

"Kalau dia (Ferdy Sambo) meminta maaf, maka pintu maaf tetap terbuka, tetapi hukum tetap berlaku," ujar Samuel di rumahnya, Kabupaten Muaro Jambi, Jambi, Selasa (9/8/2022), dikutip dari Kompas.com.

Namun, karena Indonesia adalah negara hukum, setiap orang yang bersalah harus dihukum sesuai perbuatannya.

"Kami keluarga menunggu keadilan, kiranya di negara kita berjalan hukum yang berlaku sesuai perbuatan masing-masing," ucapnya.

Keluarga juga memaafkan Bharada Richard Eliezer.

"Kami memaafkan, secara manusiawi kami paham ada hal-hal yang di luar kontrol. Kami memaafkan yang Bharada E perbuat. Tapi karena kita hidup di NKRI ada konsekuensi dan UU hukum terus berjalan," ungkapnya, Rabu (10/8/2022), dikutip dari Surya.

Anggota Polri mengangkat peti jenazah Brigadir Yosua Hutabarat atau Brigadir J yang telah dilapisi bendera merah putih, usai autopsi ulang atau ekshumasi digelar di RSUD Sungai Bahar, Muarojambi, Jambi, Rabu (27/7/2022). Makam Brigadir J dibongkar kembali untuk kepentingan autopsi ulang atas permintaan keluarga dalam mencari keadilan dan pengungkapan kasus.
Anggota Polri mengangkat peti jenazah Brigadir Yosua Hutabarat atau Brigadir J yang telah dilapisi bendera merah putih, usai autopsi ulang atau ekshumasi digelar di RSUD Sungai Bahar, Muarojambi, Jambi, Rabu (27/7/2022). Makam Brigadir J dibongkar kembali untuk kepentingan autopsi ulang atas permintaan keluarga dalam mencari keadilan dan pengungkapan kasus. (TRIBUN JAMBI/SUANG SITANGGANG)

Samuel memahami kondisi Bharada E yang menjadi bawahan dan melaksanakan perintah atasannya, Ferdy Sambo.

"Bharada E hanya bawahan. Itulah yang terjadi, pada saat itu dia diperintah untuk menembak anak kami. Dalam hal ini Bharada E tidak ada niatan, tapi atas perintah pimpinan," tuturnya.

Baca: Kabareskrim Polri Sebut Jangan Kepo Soal Motif Ferdy Sambo Perintahkan Bharada E Tembak Brigadir J

Permintaan maaf keluarga Bharada E diutarakan paman Richard Eliezer, Roycke Pudihang.

"Kami memohon maaf, memohon ampun kepada Tuhan, kami juga meminta maaf kepada keluarga Brigadir J yang ada di Jambi. Dan ibu (Brigadir J) yang sakit kami doakan semoga ibunda cepat sembuh. Mohon keikhlasan bapak dapat memafkan Bharada E," tuturnya.

Sementara, Samuel berharap kasus dapat diungkap setransparan mungkin dan memberikan keadilan yang seadil-adilnya.

"Jangan sampai hukum tumpul ke atas dan tajam ke bawah," jelasnya.

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/PUTRADI PAMUNGKAS)











KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2022 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved