Polri Disebut Tak Cukup Kuat Jerat Ferdy Sambo, Barang Bukti Hilang & TKP Diduga Sudah Dibersihkan

Pihak kepolisian disebut tak cukup kuat untuk menjerat Kadiv Propam nonaktif Ferdy Sambo, barang bukti di TKP diduga sudah dibersihkan


zoom-inlihat foto
Brigadir-Polisi-Brigpol-div-Propam-Polri-Irjen-Ferdy-Sambo-dan-istrinya-Putri.jpg
Kolase TribunPalu.com/Handover
Brigadir Polisi (Brigpol) Nopryansah Yosua Hutabarat alias Brigadir Yosua alias Brigadir J dan Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo dan istrinya, Putri.


"Dari hasil penyidikan tersebut pada malam ini penyidik sudah melakukan gelar perkara dan pemeriksaan saksi juga sudah kita anggap cukup untuk menetapkan Bharada E sebagai tersangka," bebernya di Mabes Polri, Jakarta, dilansir Tribunnews.com, Rabu (3/8/2022).

Baca: Kapolres Metro Jakarta Selatan Diduga Bersihkan TKP Penembakan Brigadir J

Baca: Kamaruddin Simanjuntak Ingin Bertemu dengan Istri Ferdy Sambo untuk Dengarkan Curhat

Kemungkinan Ada Otak Pembunuhan

Usman Hamid mengungkapkan kemungkinan adanya otak pembunuhan karena berdasarkan pada Bharada E yang terjerat pasal 338 KUHAP Jo pasal 55 dan 56 KUHP.

“Ada kemungkinan orang lain yang menjadi otak pembunuhan karena pihak kepolisian menggunakan rujukan pada pasal 55 dan pasal 56 hukum pidana,” tutur Usman, dikutip dari tayangan YouTube Kompas TV, Rabu (3/8/2022).

Usman Hamid menyebut pasal 55 ini berbunyi bukan saja seseorang yang melakukan perbuatan pidana dalam hal ini pasal 338 pembunuhan, namun juga orang yang menyuruh melakukan akan turut serta melakukan.

“Kalau kita ingat kembali pembicaraan terdahulu memang ini tidak sekedar aksi menggunakan senjata dan peluru, tetapi juga menggunakan kekerasan lainnya terhadap Brigadir Yosua.”

“Dan jika itu bisa dibuktikan oleh pihak kepolisian maka kita akan mengerti mengapa luka-luka di tubuh Brigadir J itu memberikan kesan adanya penyiksaan,” imbuh Usman.

Menurut Usman, hal itu membutuhkan suatu perkembangan yang lebih jauh tentang siapa yang menyuruh melakukan itu (penyiksaan) serta siapa saja selain Bharada E yang ikut serta melakukan itu (pembunuhan).

Terlebih menggunakan pasal 56 hukum pidana, siapa saja yang ikut membantu perbuatan pembunuhan itu.

Bripka Ricky Disebut Jadi Saksi Mata Penting

Muncul lagi satu orang yang diduga menjadi saksi mata penting dalam kasus meninggalnya Brigadir J.

Sosok tersebut ialah Bripka Ricky.

Selama ini, nama Bripka Ricky tidak terlalu disorot dalam kasus penembakan Brigadir J yang diduga dilakukan oleh Bharada E.

Dikutip dari Tribunnews.com, saat itu Bripka Ricky juga berada di rumah dinas Irjen Ferdy Sambo itu yang berlokasi di Komplek Polri, Duren Tiga Utara 1, Nomor 46, Jakarta Selatan.

Kolase potret Bharada E (kiri) dan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J yang dipasang saat pemakaman. Tebaru, keluarga Brigadir J meminta Bharada E juga diselidiki, Rabu (20/7/2022).
Kolase potret Bharada E (kiri) dan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J yang dipasang saat pemakaman. Tebaru, keluarga Brigadir J meminta Bharada E juga diselidiki, Rabu (20/7/2022). (TRIBUNJAMBI.COM/ARYO TONDANG)

Keberadaan Bripka Ricky Saat Insiden Terjadi

Saat kejadian tersebut, Bripka Ricky bersama ajudan lainnya tengah berada di ruangan lain yang berada di lantai dasar rumah dinas Irjen Ferdy Sambo.

Berdasarkan pengakuan Bharada E, tiba-tiba saat ia mendengar suara teriakan istri Ferdy Sambo dari dalam kamar yang juga berada di lantai dasar.

"Dia (Bharada E) naik ke lantai dua ke ruangan ajudan. Dia lagi bersih-bersih. Terus dia dengar suara teriakan dari ibu Putri (istri Ferdy Sambo. Ini dari versi Bharada E," ungkap Damanik.

Karena mendengar teriakan itu, Bharada E langsung bergegas turun serta istri Ferdy Sambo juga memanggil dirinya.

Sayangnya, Damanik tidak membeberkan posisi ajudan bernama Ricky saat insiden baku tembak itu terjadi.

Padahal berdasarkan keterangan yang didapat Komnas HAM, kala itu Bripka Ricky juga tengah berada di rumah dinas Irjen Ferdy Sambo.

"Dia Bharada E) turun ke bawah melihat saudara J. Dia bertanya ada apa ini, dia lihat J mengarahkan senjata ke dia dan menembak. Setelah itu dia mundur ke belakang, ambil senjata dan mengokang dan menembak senjata," katanya.

(TRIBUNNEWSWIKI/Ka)











KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2022 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved