Bharada E Jadi Tersangka Kasus Tewasnya Brigadir J, Usman Hamid: Kemungkinan Ada Otak Pembunuhan

Bharada Eliezer alias Bharada E resmi ditetapkan menjadi tersangka dalam kasus meninggalnya Brigadir J di rumah dinas Irjen Ferdy Sambo.


zoom-inlihat foto
Kolase-potret-Bharada-E-kiri-dda-E-juga-diselidiki.jpg
TRIBUNJAMBI.COM/ARYO TONDANG
Kolase potret Bharada E (kiri) dan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J yang dipasang saat pemakaman.


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Bharada Eliezer alias Bharada E resmi ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus meninggalnya Brigadir J.

Hal ini membuat Direktur Eksekutif Amnesty Internasional Indonesia, Usman Hamid, turut angkat bicara.

Dia mengatakan adanya kemungkinan orang lain yang menjadi otak pembunuhan Brigadir Yosua Hutabarat alias Brigadir J.

Bharada E ditetapkan menjadi tersangka setelah penyidik melakukan gelar perkara.

Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Andi Rian Djajadi menuturkan pemeriksaan saksi pun telah dianggap cukup.

"Dari hasil penyidikan tersebut pada malam ini penyidik sudah melakukan gelar perkara dan pemeriksaan saksi juga sudah kita anggap cukup untuk menetapkan Bharada E sebagai tersangka," bebernya di Mabes Polri, Jakarta, dilansir Tribunnews.com, Rabu (3/8/2022).

Baca: Kuasa Hukum Bharada E Sebut Seharusnya Kliennya Diperlakukan Baik karena Selamatkan Nyawa Orang

Kemungkinan Ada Otak Pembunuhan

Usman Hamid mengungkapkan kemungkinan adanya otak pembunuhan karena berdasarkan pada Bharada E yang terjerat pasal 338 KUHAP Jo pasal 55 dan 56 KUHP.

“Ada kemungkinan orang lain yang menjadi otak pembunuhan karena pihak kepolisian menggunakan rujukan pada pasal 55 dan pasal 56 hukum pidana,” tutur Usman, dikutip dari tayangan YouTube Kompas TV, Rabu (3/8/2022).

Usman Hamid menyebut pasal 55 ini berbunyi bukan saja seseorang yang melakukan perbuatan pidana dalam hal ini pasal 338 pembunuhan, namun juga orang yang menyuruh melakukan akan turut serta melakukan.

“Kalau kita ingat kembali pembicaraan terdahulu memang ini tidak sekedar aksi menggunakan senjata dan peluru, tetapi juga menggunakan kekerasan lainnya terhadap Brigadir Yosua.”

Baca: Kompolnas Bakal Selidiki Kebenaran Alasan Ferdy Sambo yang Ngaku Tes PCR saat Insiden Baku Tembak

“Dan jika itu bisa dibuktikan oleh pihak kepolisian maka kita akan mengerti mengapa luka-luka di tubuh Brigadir J itu memberikan kesan adanya penyiksaan,” imbuh Usman.

Menurut Usman, hal itu membutuhkan suatu perkembangan yang lebih jauh tentang siapa yang menyuruh melakukan itu (penyiksaan) serta siapa saja selain Bharada E yang ikut serta melakukan itu (pembunuhan).

Terlebih menggunakan pasal 56 hukum pidana, siapa saja yang ikut membantu perbuatan pembunuhan itu.

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/PUAN)











KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2022 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved