Mantan Presiden Filipina Fidel Valdez Ramos Berpulang pada Usia 94 Tahun

Mantan Presiden Filipina Fidel Valdez Ramos meninggal pada usia 94 tahun.


zoom-inlihat foto
Mantan-Presiden-Filipina-Fidel-Ramos.jpg
NOEL CELIS / AFP
Mantan Presiden Filipina Fidel Ramos saat menghadiri konferensi pers di Camp Aguinaldo, Manila, (13/8/2016).


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Mantan Presiden Filipina Fidel Valdez Ramos meninggal pada hari Minggu, (31/7/2022), pada usia 94 tahun di Pusat Kesehatan Makati.

Ramoz menjabat sebagai Presiden Filipina tahun 1988 hingga 1998, menggantikan Corazon Aquino.

Dia sempat dianggap sebagai pahlawan bagi sejumlah orang karena pernah membelot dari pemerintahan diktator Ferdinand Marcos.

Dikutip dari CNN International, Ramos kala itu memimpin kepolisian nasional Filipina dan punya sumbangsih dalam pelengseran Marcos.

Kendati demikian, sejumlah orang juga tidak melupakaan perannya dalam menegakkan undang-undang darurat yang dibelakukan rezim Marcos.

Dia kemudian memenangkan pilpres tahun 1992. Meski mendapatkan suara kurang dari 23 persen, Ramos kemudian mendapat banyak dukungan dari rakyat.

Selain itu, masa pemerintahannya juga dikenang sebagai periode kedamaian, stabilitas, dan pembangunan.

Baca: Takut Sejarah Dibelokkan, Warga Filipina Bergegas Beli Buku tentang Marcos Sr.

Presiden Filipina saat ini, Ferdinand Marcos Jr., turut menyampaikan dukacitanya.

"Pada hari yang muram ini, keluarga kami turut berdukacita seperti rakyat Filipna. Kita tidak hanya kehilangan pemimpin yang baik, tetapi juga anggota keluarga," kata putra Marcos Sr. itu dalam pernyataannya.

Marcos Jr. berujar warisan pemerintahan Ramos akan selalu tersimpan dalam hati rakyat.

Ramos mendapat pendidikan di Akademi Militer AS di West Point. Dia turut bertempur dalam Perang Korea tahun 1950-an sebagai pemimpin peleton.

Kemudian pada tahun 1960-an dia ikut berperang di Vietnam sebagai pemimpin Kelompok Aksi Sipil Filipina.

Baca: Sosok Ferdinand Marcos Jr, Anak Mantan Diktator Filipina yang Menang Pilpres & Buat Warga Khawatir

Presiden Filipina Fidel Ramos di Gedung Putih
President AS Bill Clinton (kanan) berbincang dengan Presiden Filipina Fidel Ramos di Gedung Putih, Washington, DC, (10/4/1998).

Dalam karier militernya, Ramos memiliki beragam pangkat dari letnan dua hingga panglima tertinggi.

Ketika menjabat sebagai presiden, dia mulai membuka keran investasi asing melalu kebijakan deregulasi dan liberalisasi.

Dia juga menghentikan monopoli dalam bidang transportasi dan komunikasi.

Setelah diberi wewenang khusus dari parlemen, Ramos berhasil memulihkan sektor kelistrikan di Filipina dan menghentikan kebijakan pemadaman selama 12 jam.

Selama masa pemerintahannya, ekonomi Filipina naik drastis. Angka kemiskinan turun dari 39 persen menjadi 31 persen selama Agenda Reformasi Sosial.

Baca: Putra Diktator Ferdinand Marcos Menang Telak dalam Pilpres di Filipina

Ramos juga melawan kelompok sayap, sayap kiri, dan kelompok separatis muslim selama dia berkarier dalam bidang militer.

Namun, dia kemudian melakukan pembicaraan perdamaian dengan "semua musuh negara".

Dia mendatangani perjanjian dengan kelompol separatis muslim tahun 1996 dan berhasil mengurangi jumlah pemberontak yang dipimpin oleh pemberontak berpaham Maoisme.

(Tribunnewswiki)

Baca berita lain tentang Filipina di sini

 

 







KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2022 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved