Tiongkok Hadapi Gelombang Panas Kedua, Suhu Bisa Tembus 40 Derajat Celsius

Menurut Badan Meteorologi Tiongkok, suhu udara pada gelombang panas kedua ini diperkirakan mencapai lebih dari 40 derajat Celsius.


zoom-inlihat foto
gelombang-panas-melanda-Tiongkok.jpg
YAN ZHAO / AFP
Warga berada di Pantai Teluk Air Jernih, Hong Kong, saat gelombang panas melanda Tiongkok, (24/7/2022).


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Pemerintah Tiongkok mengeluarkan peringatan akan adanya suhu ekstrem di puluhan kota di negara itu.

Menurut Badan Meteorologi Tiongkok, suhu udara pada gelombang panas kedua ini diperkirakan mencapai lebih dari 40 derajat Celsius.

Sementara itu, suhu udara di 393 kota diperkirakan mencapai lebih dari 35 derajat Celsius.

Tiongkok sudah menghadapi gelombang panas pertama bulan ini tanggal 5 hingga 17 Juli lalu.

Namun, gelombang kedua diperkirakan akan berdampak kepada lebih banyak orang karena suhu di sejumlah wilayah diperkirakan bakal mencapai level "membahayakan".

Dilansir dari CNN International, suhu harian di negara itu juga mencatat rekor tertinggi sejak tahun 1961.

Baca: Inggris Dilanda Gelombang Panas, Aspal Landasan Bandara Meleleh & Sekolah Ditutup

Tiongkok menggunakan empat tingkat peringatan, yaitu merah, oranye, kuning, dan biru.

Merah berarti suhu mencapai 40 derajat atau lebih, sedangkan oranye artinya suhu 35 derajat atau lebih. Di belakangnya ada kuning dan biru.

Per hari Senin, (25/7/2022), sudah ada 67 kota yang mengeluarkan peringatan merah.

Di Guangzhou, badan meteorologi setempat memperkirakan suhu tinggi akan berlangsung hingga 23 dari.

Chen Chunyan, pakar cuaca di Observatorium Meteorologi Xinjiang, mengatakan lamanya durasi gelombang panas mempercepat pencairan gletser di perbatasan Xinjiang.

"Suhu tinggi yang terus berlanjut telah mempercepat pencairan gletser di area pegunungan, dan menyebabkan bencana alam, seperti banjir bandang dan longsor di banyak tempat," kata Chen dikutip dari CNN International.

Baca: Gelombang Panas Melanda Eropa, Suhu Udara Tembus 43 Derajat Celsius

Ilustrasi suhu tinggi
Ilustrasi suhu tinggi (Sonora)

Sejak bulan Mei lalu, ada puluhan orang di Tiongkok selatan yang tewas akibat banjir parah dan tanah longsor.

Gelombang panas kali ini diperkirakan bisa berdampak besar terhadap ekonomi Tiongkok.

Menurut Organisasi Meteorologi Dunia, danjir, kekeringan, dan siklon tropis di Tiongkok diperkirakan merugikan negara itu hingga $238 miliar per tahun.

Kata Chen, jika berlanjut di Xinjiang, gelombang panas bisa merusak produksi kapas dan makin mengganggu ekonomi Tiongkok yang melambat akibat pandemi.

Tiongkok tercatat sebagai produsen kapas terbesar kedua di dunia. Sebanyak 85 persen kapas Tiongkok diproduksi di Xinjiang.

Baca: Suhu Udara Terlalu Panas, Qatar Pasang Pendingin Udara di Trotoar dan Pasar-pasar

Suhu di Tiongkok dilaporkan meningkat lebih cepat daripada peningkatan rata-rata suhu dunia.

Gelombang panas terbaru ini juga memunculkan kekhawatiran mengenai laju pemanasan global.

(Tribunnewswiki)

Baca berita lainnya tentang gelombang panas di sini











KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

Tribun JualBeli
© 2022 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved