Waspada, Kasus Covid-19 Indonesia Diprediksi Bakal Terus Naik, Berpotensi Lewati Puncak Varian Delta

Subvarian yang kini mendominasi kasus Covid-19 di tanah air ini juga menginfeksi kembali orang-orang yang sebelumnya pernah terpapar virus corona


zoom-inlihat foto
Update-Covid-19-Global-15-Juni-2022-Total-Infeksi-Covid-19-5415-Juta-Kasus-Total-Pulih-5167-Juta.jpg
freepik
Kasus Covid-19 Diprediksi Masih Akan Terus Naik


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Epidemiolog dari Griffith University Australia Dicky Budiman mengatakan, kenaikan kasus Covid-19 di Indonesia belum mencapai puncak.

Dia memprediksi, angka kasus harian virus corona akan terus bergerak naik dalam beberapa minggu ke depan.

"Tampaknya potensinya masih 2 minggu ke depan masih harus kita waspadai dan seperti yang saya sampaikan dalam beberapa kesempatan puncak itu kemungkinan besar bukan di akhir Juli," kata Dicky kepada Kompas.com, Sabtu (23/7/2022).

Dicky menjelaskan, lamanya puncak kasus lantaran karakter virus Omicron subvarian BA.4 dan BA.5 yang bukan hanya bisa menginfeksi orang yang belum divaksinasi, namun juga yang sudah menerima vaksin.

Bahkan, subvarian yang kini mendominasi kasus Covid-19 di tanah air ini juga menginfeksi kembali orang-orang yang sebelumnya pernah terpapar virus corona.

Kemudian, kini muncul subvarian Omicron baru yang disebut BA.2.75 atau Centaurus.

Ilustrasi Covid-19
Ilustrasi Covid-19 (Freepik)

Pesatnya mutasi varian virus diprediksi akan menjadi penyebab pandemi di tanah air bertahan lama setidaknya dalam 2-3 bulan ke depan.

"Dalam konteks Indonesia kita masih mengalami potensi kerawanan menurut saya sampai awal Oktober, atau setidaknya akhir September," ujarnya.

Baca: Pemerintah Pertimbangkan Vaksinasi Covid-19 Booster Dosis Keempat

Dicky mengatakan, saat pandemi gelombang 4 nanti mencapai puncak, sangat mungkin jumlah kasus Covid-19 harian meledak, melewati jumlah kasus gelombang Delta.

Pasalnya, Omicron subvarian BA.4, BA.5, dan BA.2.75 punya kemampuan menginfeksi berulang kali.

Namun demikian, oleh karena masyarakat sudah banyak yang divaksin, potensi angka kesakitan dan jumlah pasien meninggal kemungkinan kecil.

"Jadi gelombang yang saat ini kita hadapi adalah gelombang kasus infeksi yang akan banyak orang terinfeksi, tapi tidak semuanya masuk rumah sakit, tidak semuanya bergejala, bahkan mayoritas nggak bergejala, dan sedikit sekali bahkan yang mengalami kematian," terang Dicky.

Dicky mengatakan, masyarakat harus disiplin menerapkan protokol kesehatan/

Lalu, vaksinasi booster juga harus dipercepat.

"Booster dosis keempat ini untuk melindungi orang-orang yang sudah lebih dari 3 bulan, 4 bulan yang lalu mendapatkan dosis ketiganya terutama di kelompok rawan atau beresiko baik dari sisi tubuh maupun dari sisi pekerjaan," kata Dicky.

Sebagaimana diketahui, situasi pandemi virus corona di Indonesia kembali mengalami eskalasi. 

Data Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 terbaru yang dirilis pada Jumat (22/7/2022) , kasus Covid-19 bertambah 4.834 dalam sehari.

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/PUTRADI PAMUNGKAS)











KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

Tribun JualBeli
© 2022 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved