Pecat Jaksa Agung Ukraina, Zelenskiy Sebut Banyak Staf Kejaksaan yang Berkhianat

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy memecat sejumlah pejabat tinggi Ukraina.


zoom-inlihat foto
Presiden-Ukraina-Volodymyr-Zelenskiy-6.jpg
PETER NICHOLLS / POOL / AFP
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy menghadiri konferensi pers dengan Perdana Menteri Inggris di Kyiv, 1 Februari 2022


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy memecat Jaksa Agung Ukraina Iryna Venediktova, (17/7/2022).

Venediktova kemudian digantikan oleh wakilnya, Oleksiy Symenko.

Zelenskiy juga dilaporkan memecat Kepala Dinas Keamanan Ukraina Ivan Bakanov.

"Hari ini saya memutuskan memecat Jaksa Agung dari kantornya dan memecat Kepala Dinas Kemanan Rusia," kata Zelenskiy dikutip dari laman President.gov.ua.

Dia geram karena ada lebih dari 60 staf di kantor kejaksaan dan Dinas Keamanan di wilayah yang diduduki Rusia nekat "melawan negara".

Kini dikabarkan sudah ada lebih dari 651 proses hukum yang terkait dengan dugaan pengkhianatan dan kolaborasi yang dilakukan oleh staf kantor kejaksaan, badan penyelidik praperadilan, dan badan penegak hukum lainnya.

"Serangkaian tindak kejahatan yang melawan fondasi keamanan negara seperti itu ... terdeteksi di antara staf pasukan keamanan Ukraina dan dinas khusus Rusia memunculkan pertanyaan yang amat serius mengenai kepemimpinan yang relevan," kata Zelenskiy dalam pernyataannya, dikutip dari USA Today.

"Setiap pertayaaan ini akan mendapatkan jawaban yang tepat."

Baca: Volodymyr Zelensky

Baca: Komentari Serangan di Vinnytsia, Presiden Ukraina: Rusia Negara Teroris

Zelenskiy mengatakan pejabat yang bekerja sama dengan kelompok pengkhianat akan dimintai pertanggungjawaban.

Ada dugaan sejumlah pejabat atau staf di Rusia mengirimkan informasi rahasia dan bekerja sama dengan dinas khusus Rusia.

Zelenskiy berterima kasih kepada pihak yang terlibat dalam operasi "pembersihan diri" ini.

Dalam pernyataannya, dia juga menyinggung tentang seruan "kiamat" bagi Ukraina yang didengungkan oleh Rusia.

Menurutnya, tidak ada yang terintimidasi oleh seruan seperti ini.

Baca: Ukraina Serang Balik Tentara Rusia di Kherson, Hancurkan Gudang Senjata

"Namun, lihat betapa sinisnya mengatakan hal seperti itu hari ini, pada peringatan peristiwa Rusia menembak jatuh Boeing Malaysia di atas langit Donbas, Ukraina. Sebanyak 298 orang tewas dalam tindakan yang jelas merupakan terorisme. Sebanyak 80 di antaranya anak-anak. Warga negara dari 10 negara."

Kata dia, Rusia kini menjadi "negara teroris" dan akan dibawa ke pengadilan khusus karena menyerbu Ukraina.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy (tengah) saat konferensi pers di Kota Bucha yang berada di barat laut ibu kota Ukraina, Kiev, 4 April 2022.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy (tengah) saat konferensi pers di Kota Bucha yang berada di barat laut ibu kota Ukraina, Kiev, 4 April 2022. (RONALDO SCHEMIDT / AFP)

"Ini akan menjadi kiamat bagi Rusia. Dan bukan kiasan, melainkan secara harfiah."

Zelenskiy berujar Rusia telah menggunakan lebih dari 3.000 rudal penjelajah dalam agresinya ke Ukraina.

"Tak mungkin bisa menghitung jumlah artileri dan proyektil lainnya yang digunakan untuk melawan negara kita dan rakyat kita. Namun, pastinya memungkinkan untuk membawa seluruh penjahat pernag Rusia ke pengadilan."

Baca: AS Sebut Iran Bakal Kirimkan Ratusan Drone ke Rusia, Akan Digunakan di Ukraina

(Tribunnewswiki)

Baca berita lainnya tentang Ukraina di sini





BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved