Hari Raya Idul Adha, Epidemiologi Ingatkan Masyarakat Tidak Lepas Masker Demi Cegah Covid-19

Terjadi penambahan kasus harian Covid-19 sebanyak 2.881 kasus dalam 24 jam terakhir per Kamis (7/7/2022) pukul 12.00 WIB.


zoom-inlihat foto
Jemaah-memadati-Masjid-Raya-Medan-untuk-menjalankan-shalat-Idul-Adha-Selasa-2072021.jpg
KOMPAS.com/DANIEL PEKUWALI
Jemaah memadati Masjid Raya Medan untuk menjalankan shalat Idul Adha, Selasa (20/7/2021). Epidemiolog mengimbau masyarakat tetap mematuhi protokol kesehatan saat perayaan Hari Raya Idul Adha yang jatuh pada Minggu, 10 Juli 2022.


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Ahli Epidemiologi dari Griffith University Australia Dicky Budiman meminta masyarakat agar tetap mematuhi protokol kesehatan saat perayaan Hari Raya Idul Adha pada Minggu, 10 Juli 2022.

Dia mengimbau masyarakat memakai masker saat shalat Idul Adha dan memotong hewan kurban, lantaran masih tingginya subvarian Omicron BA.4 dan BA.5.

"Selain itu saat shalat di tanah lapang, pastikan mengenakan masker. Dalam konteks ini, memakai masker jauh lebih aman," ucap Dicky kepada Kompas.com, Jumat (8/7/2022).

Berdasarkan pada data yang dibagikan Satuan Tugas (Satgas) Covid-19, terjadi penambahan kasus harian Covid-19 sebanyak 2.881 kasus dalam 24 jam terakhir per Kamis (7/7/2022) pukul 12.00 WIB.

Tercatat total kasus Covid-19 saat ini mencapai 6.103.552 kasus.

Dicky juga meminta agar masyarakat tidak berkerumun usai shalat Idul Adha maupun saat menyaksikan pemotongan hewan kurban.

"Kalaupun sekarang bisa melakukan salam-salam, ibadah di tanah lapang beramai-ramai, tapi sebaiknya segera setelah itu tidak banyak kumpul-kumpul," tutur Dicky.

Ilustrasi sapi untuk kurban. Berdasarkan SE Menag Nomor 10 Tahun 2022, kondisi hewan kurban harus sehat, yaitu tidak menunjukkan gejala klinis PMK seperti lesi, lepuh pada permukaan selaput mulut ternak termasuk lidah, gusi, hidung, dan teracak atau kuku.
Ilustrasi sapi untuk kurban. Berdasarkan SE Menag Nomor 10 Tahun 2022, kondisi hewan kurban harus sehat, yaitu tidak menunjukkan gejala klinis PMK seperti lesi, lepuh pada permukaan selaput mulut ternak termasuk lidah, gusi, hidung, dan teracak atau kuku. (THINKSTOCKPHOTOS)

Dicky juga menyarankan distribusi hewan kurban  diberikan ke rumah-rumah warga dengan melibatkan RT/RW setempat agar pendistribusi berjalan lancar, teratur, dan tidak menimbulkan kerumunan.

"Pilih lokasi tanah lapang yang luas. Pembagian hewan kurban disalurkan ke rumah dengan melibatkan RT/RW setempat, itu akan mengurangi kepadatan atau keramaian. Artinya distribusi tempat kurban dan solat jadi penting supaya tidak ada kepadatan-kepadatan," imbau Dicky.

Baca: Pemerintah Umumkan Idul Adha Jatuh Pada 10 Juli 2022, Muhammadiyah pada 9 Juli 2022

Terkait kesterilan hewan kurban di tengah wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), dia juga meminta orang yang berkurban memilih hewan sesuai kriteria yang ditentukan oleh Kementerian Agama (Kemenag).

"Hewan kurban tidak boleh ada yang cacat dan sakit, supaya ada penentu yang signifikan bahwa tidak ada potensi penularan. Ingat, penyakit seperti Covid-19 juga bisa menular pada hewan ternak terutama mamalia. Ini yang harus disadari," sebut Dicky.

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/PUTRADI PAMUNGKAS)







KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2022 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved