ACT Diduga Danai Al-Qaeda, Densus 88 Dalami Aliran Transaksi

Temuan dugaan aliran transaksi ACT ke Al-Qaeda itu sebelumnya diungkapkan oleh Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK)


zoom-inlihat foto
Presiden-Aksi-Cepat-Tanggap-ACT-Ibnu-Khajar-kanan.jpg
KOMPAS.com/SINGGIH WIRYONO
Presiden Aksi Cepat Tanggap (ACT) Ibnu Khajar (kanan) saat konferensi pers di Menara 165, Tb Simatupang, Jakarta Selatan, Senin (4/7/2022). Kepala PPATK mengindikasikan dugaan adanya aliran transaksi ke anggota Al-Qaeda. Diduga, transaksi tersebut dilakukan oleh salah satu pegawai ACT.


TRIBUNNESWIKI.COM - Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiterror Polri melakukan pendalaman intensif soal dugaan aliran transaksi keuangan dari rekening Yayasan Aksi Cepat Tanggap (ACT) ke anggota Al-Qaeda.

Temuan dugaan aliran transaksi ACT ke Al-Qaeda itu sebelumnya diungkapkan oleh Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).

"Densus 88 secara intensif sedang bekerja mendalami transaksi-transaksi tersebut," kata Kepala Bagian Operasi (Kabag Ops) Densus 88 Kombes Pol Aswin Siregar saat dikonfirmasi, Kamis (7/7/2022).

PPATK telah mengirimkan data transaksi yang diduga terindikasi tindak pidana pendanaan terorisme kepada Densus 88.

Hal itu terindikasi lantaran adanya aliran dana ke beberapa wilayah atau negara berisiko tinggi yang merupakan tempat aktivitas terorisme.

Namun, data dari PPATK masih harus ditelaah lebih lanjut.

"Data yang dikirim oleh PPATK bersifat penyampaian informasi kepada stakeholder terkait untuk dilakukan verifikasi lebih lanjut," ucapnya.

Aksi Cepat Tanggap atau ACT
Aksi Cepat Tanggap atau ACT (ACT)

Seperti diketahui, PPATK menemukan indikasi penyelewengan dana ACT digunakan untuk aktivitas terlarang dan kepentingan pribadi.

“Yang bersangkutan pernah ditangkap, menjadi salah satu dari 19 orang yang ditangkap oleh kepolisian di Turki karena terkait Al-Qaeda,” kata Kepala PPATK Ivan Yustiavandana dalam jumpa pers di Kantor PPATK, Jakarta, Rabu (6/7/2022).

Baca: Perkembangan Kasus Dugaan Penyelewengan Dana di ACT, Bareskrim Lakukan Penyelidikan

Temuan ini juga disampaikan ke Densus 88 dan Badan Nasional Penanggulangan Teorisme (BNPT).

Kasus ini awalnya muncul karena adanya dugaan penyelwengan atau penilapan uang donasi oleh petinggi ACT lewat laporan jurnalistik Tempo berjudul "Kantong Bocor Dana Umat".

Baca: Al Qaeda

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/PUTRADI PAMUNGKAS)







KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2022 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved