Korea Utara Ungkap Penyebab Covid-19 Bisa Menyebar ke Wilayahnya

Korea Utara mengatakan Covid-19 masuk ke negaranya melalui "barang tak biasa" yang disentuh dua warganya.


zoom-inlihat foto
Korea-Utara-Kim-Jong-Un.jpg
ANTHONY WALLACE / AFP
Layar televisi di stasiun Seoul pada tanggal 12 Mei 2022 memperlihatkan pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, mengenakan masker untuk pertama kalinya setelah negara itu mengonfirmasi kasus Covid-19 pertama di negara itu.


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Korea Utara (Korut) mengungkap penyebab wabah Covid-19 masih bisa menyebar ke wilayahnya meski area perbatasan telah dijaga dengan ketat.

Menurut Korut, Covid-19 menyebar setelah dua warga Korut menyentuh "barang tidak biasa" yang berada di dekat perbatasan dengan Korea Selatan (Korsel).

Gara-gara hal tersebut, virus corona bisa menerobos perbatasan pada bulan Mei lalu.

Setelah Covid-19 terdeteksi dan menyebar dengan cepat, Korut langsung mengumumkan situasi darurat.

Dilansir dari CNN International, pada hari Jumat ini, (1/7/2022), Kantor Pencegahan Epidemi Korut mengatakan telah memulai penyelidikan kemunculan Covid-19.

Penyelidikan dimulai di area Ipho-ri, Kumgang, yang berada di utara Zona Demiliterisasi yang memisahkan Korut dengan Korsel.

Seorang tentara berumur 18 tahun dan anak berumu 5 tahun di area itu disebut sebagai orang pertama yang terkena Covid-19 di Korut.

Keduanya menunjukkan gejala Covid-19 setelah berkontak dengan "barang tak biasa" di atas sebuah bukit dekat perbatasan pada awal April lalu.

Baca: Di Tengah Gelombang Covid-19, Korut Hadapi Wabah Penyakit Usus Misterius

Berdasarkan pemberitaan KCNA, pemerintah tidak menjelaskan lebih lanjut tentang "barang tak biasa" itu.

Namun, pemerintah menegaskan perlunya mewaspadai "barang-barang tak biasa yang dibawa oleh angin dan fenomena iklim lainnya serta balon udara" di sepanjang perbatasan selatan.

Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Menular (CDC) di Amerika Serikat, seseorang memang bisa terkena Covid-19 apabila berkontak dengan benda yang terkontaminasi virus corona.

Kendati demikian, risiko penularannya kecil.

Pada akhir bulan April lalu, kelompok aktivis dan oposisi Korut yang bermarkas di Korsel, yakni Pejuang Kebebasan Korea Utara, mengaku telah mengirimkan balon-balon besar ke perbatasan.

Balon-balon itu disebut membawa selebaran anti-Korea Utara.

Baca: Ragukan Klaim Pemerintah, WHO Sebut Gelombang Covid-19 di Korut Makin Parah

Kelompok tersebut juga mengklaim telah mengirimkan balon yang membawa obat-obatan ke Korut pada bulan Juni ketika negara itu dilanda gelombang Covid-19.

Namun, pengiriman bantuan itu dilakukan tanpa izin dari pihak berwenang di Korsel.

Orang-orang menonton layar TV yang memperlihatkan pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, selama program berita di stasiun kereta api di Seoul, Korea Selatan, Sabtu, 14 Mei 2022.
Orang-orang menonton layar TV yang memperlihatkan pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, selama program berita di stasiun kereta api di Seoul, Korea Selatan, Sabtu, 14 Mei 2022. (AP PHOTO/AHN YOUNG JOON)

Tanggapan Korsel

Pemerintah Korsel menanggapi laporan yang dirilis oleh Korut tentang asal-muasal masuknya Covid-19,

Korsel membantah kemungkinan Covid-19 masuk ke negara tetangganya melalui selebaran yang disebarkan dari Korsel.

Korsel juga mengutip pendapat pakar kesehatan bahwa hanya ada risiko kecil penyebaran melalui benda yang terkontaminasi.

Selain itu, Menteri Gabungan Korsel Cha Deok-cheol menyatakan pemerintah Korsel telah berulang kali melarang penerbangan balon di dekat perbatasan.

Baca: Kasus Covid-19 di Korea Utara Meroket, Ahli Sebut Sistem Perawatan Kesehatan Korut Terburuk di Dunia

(Tribunnewswiki)

Baca berita lainnya tentang Korea Utara di sini

 











KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2022 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved