Kasus Harian Covid-19 di Indonesia Tembus 1.000 dalam 3 Hari Berturut-turut

Selama tiga hari terakhir penambahan kasus harian di atas 1.000 kasus.  Berdasarkan catatan, pada 15 Juni ada penambahan 1.242 kasus


zoom-inlihat foto
Update-Covid-19-Global-15-Juni-2022-Total-Infeksi-Covid-19-5415-Juta-Kasus-Total-Pulih-5167-Juta.jpg
freepik
Ilustrasi coronavirus


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Kasus harian Covid-19 yang dicatat pemerintah mengalami kenaikan dalam satu pekan terakhir.

Selama tiga hari terakhir penambahan kasus harian di atas 1.000 kasus. 

Berdasarkan catatan, pada 15 Juni ada penambahan 1.242 kasus.

Kemudian, pada 16 Juni tercatat penambahan 1.173 kasus dan 1.220 kasus pada 17 Juni 2022.

Juru Bicara Kementerian Kesehatan Mohammad Syahril mengungkapkan, peningkatan kasus harian Covid-19 disinyalir karena penularan dua subvarian Omicron.

"Kenaikan kasus dan mungkin terjadi saat ini itu adalah dipengaruhi oleh subvarian yang baru yaitu BA.4 maupun BA.5," kata Syahril dalam diskusi secara virtual, Kamis (16/6/2022), dikutip dari Kompas.com.

Ilustrasi Omicron
Ilustrasi Omicron (The Weather Channel)

Hal yang sama pernah terjadi saat varian Delta menjadi penyebab lonjakan kasus Covid-19 pada pertengahan tahun 2021.

"Walaupun ada kenaikan, mudah-mudahan kita bisa kendalikan tidak seperti yang lalu menjadi suatu lonjakan kasus," ujarnya.

Syahril menjelaskan, kenaikan kasus Covid-19 mulai terjadi pada 10 Juni dengan adanya penambahan kasus baru sebanyak 627.

Penambahan kasus harian sempat turun, namun kemudian naik kembali pada 15 Juni.

Lima provinsi mengalami kenaikan kasus Covid-19 adalah DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur dan Banten.

Peningkatan kasus Covid-19 tersebut bagian dari dinamika pandemi Covid-19.

"Jadi kita jangan terlalu panik dengan adanya satu kenaikan. Jangan terlalu euforia juga apabila terjadi melandai karena kita masih dalam pandemi," ucap dia.

Baca: Omicron BA.4 dan BA.5 Diperkirakan Mencapai Puncak Akhir Juli dengan 20.000 Kasus per Hari

Baca: Omicron BA.4 dan BA.5 Terdeteksi di Indonesia, Warga Diimbau Patuhi Prokes dan Tak Panik

Dengan adanya kenaikan tersebut, pemerintah diminta untuk merevisi sejumlah aturan yang sempat dilonggarkan, seperti dalam hal penggunaan masker.

Epidemiolog Indonesia dan Peneliti Pandemi dari Griffith University Australia Dicky Budiman mengatakan, individu yang berada di area terbuka masih berisiko tertular virus Corona.

"Sebaiknya dikaji ulang (pelonggaran masker) karena keluar ruangan itu tidak semuanya aman, harusnya diterapkan masker," kata Dicky saat dihubungi Kompas.com, Jumat (17/6/2022).

Kedua subvarian itu memperburuk situasi pandemi Covid-19 di sejumlah negara di dunia, terutama negara dengan cakupan vaksinasi Covid-19 rendah.

Dicky mengatakan, dua subvarian tersebut tetap bisa menular meski mayoritas individu sudah divaksinasi lengkap dan dosis ketiga (booster).

"Jadi orang yang memiliki imunitas dari vaksinasi bahkan 3 dosis sekalipun atau 4 dosis sekalipun, itu dia tidak bisa menjamin bahwa dia enggak terinfeksi, tetap ada peluang terinfeksi," ujarnya.

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/PUTRADI PAMUNGKAS)





BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved