Kasus Covid-19 Naik, Ahli Usul Pemerintah Beri Vaksin Dosis Keempat untuk Nakes

Pemerintah juga harus menggencarkan vaksinasi bagi seluruh kalangan supaya target membentuk kekebalan kelompok (herd immunity) tercapai


zoom-inlihat foto
vaksin-Moderna-buatan-Amerika-Serikat-AS-1.jpg
NORBERTO DUARTE / AFP
Seorang petugas kesehatan menyiapkan dosis vaksin Moderna untuk melawan COVID-19


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Ahli kesehatan masyarakat Hermawan Saputra mengimbau pemerintah memberikan dosis vaksin keempat bagi para tenaga kesehatan.

Hal itu dia usulkan menanggapi kenaikan kasus infeksi harian Covid-19 di Indonesia dalam dua hari terakhir.

Selain melakukan kampanye protokol kesehatan masyarakat, pemerintah juga diminta menggelar vaksinasi dosis keempat bagi para tenaga kesehatan (nakes).

Pasalnya, para nakes itu yang berhadapan langsung menghadapi pandemi Covid-19.

"Seharusnya saat-saat seperti ini orang membutuhkan booster vaksin kedua atau dosis keempat. Di mana tenaga-tenaga kesehatan yang periode awal memang seharusnya sudah masuk ke dosis keempat sekarang," kata Hermawan saat dihubungi Kompas.com, Jumat (17/6/2022).

Ilustrasi vaksin booster
Ilustrasi vaksin booster (Dok. Kementerian Kesehatan)

Hermawan berharap pemerintah gencar melakukan langkah 3T atau testing, tracing, treatment (tes, penelusuran, dan pengobatan) dalam menghadapi subvarian Omicron BA.4. dan BA.5.

Pemerintah juga harus menggencarkan vaksinasi bagi seluruh kalangan supaya target membentuk kekebalan kelompok (herd immunity) tercapai.

Pelaksanaan protokol kesehatan 5M yakni dengan menggunakan masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, dan membatasi mobilitas juga penting dilakukan sebagai upaya mencegah penularan dan penyebaran subvarian Omicron BA.4 dan BA.5.

"Prokes yang longgar akan tetap membuat risiko Covid tetap tinggi. Kita kan tidak mau pasca Covid ini kan menjadi pandemi, maunya kan endemi, kasus tetap ada tetapi terkendali," ucap Hermawan.

Baca: Omicron BA.4 dan BA.5 Terdeteksi di Indonesia, Warga Diimbau Patuhi Prokes dan Tak Panik

Baca: Subvarian Omicron BA.4 dan BA.5

Pada Kamis (16/6/2022) kemarin, ada penambahan 1.173 kasus baru Covid-19.

Sedangkan pada Rabu (15/6/2022) ada 1.242 kasus baru infeksi Covid-19.

Berdasarkan data pemerintah hingga Kamis kemarin tercatat jumlah masyarakat yang sudah mendapatkan vaksin Covid-19 dosis pertama yakni sebanyak 201.062.096 orang atau 96,54 persen.

Kemudian, jumlah masyarakat yang sudah divaksinasi dosis kedua yaitu 168.322.378 orang atau 80,82 persen dari total target sasaran vaksinasi.

Adapun masyarakat yang sudah menerima vaksinasi dosis ketiga atau booster mencapai 48.494.728 dosis atau 23,29 persen.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan, puncak kasus harian Covid-19 sebagai akibat penularan subvarian BA.4 dan BA.5 diperkirakan bakal mencapai 20.000 per hari.

"Jadi kalau kita Delta dan omicron puncaknya di 60.000 kasus sehari, kira-kira nanti ya estimasi berdasarkan data di Afrika Selatan mungkin puncaknya kita di 20.000 per hari karena kita pernah sampai 60.000 per hari paling tinggi," ujar Budi di Istana Kepresidenan Bogor, Kamis (16/6/2022).

Ketua Pokja Infeksi Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Paru Indonesia Erlina Burhan mengatakan, tingkat keparahan gejala Covid-19 Omicron BA.4 dan BA.5 sama dengan subvarian Omicron sebelumnya.

Orang-orang yang terinfeksi dilaporkan ada yang tidak bergejala.

Akan tetapi ada juga beberapa orang yang terinfeksi subvarian Omicron BA.4 dan BA.5 mengalami gejala sakit tenggorokan, badan pegal, demam, batuk, sakit kepala, badan lemas, mual atau muntah, sakit perut, dan sesak napas.

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/PUTRADI PAMUNGKAS)







KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

  • Oreo BLACKPINK

    Oreo BLACKPINK adalah adalah produk eksklusif terbaru dari
  • Cara Membuat SIM Online 2022,

    Setiap pengendara kendaraan bermotor wajib mempunyai Surat Izin
  • Andries Noppert

    Andries Noppert adalah pemain sepak bola berkebangsaan Belanda
  • Beukenhof Restaurant

    Beukenhof Restaurant adalah restoran yang terletak di Yogyakarta
  • Takut Kembali ke Rumah, Korban

    Puluhan warga terdampak gempa Cianjur, Jawa Barat, memilih
© 2022 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved