TRIBUNNEWSWIKI.COM - Dalam tiga pekan terakhir, tren kasus positif Covid-19 di Indonesia meningkat hingga 31 persen.
Epidemiolog dari Griffith University Australia, Dicky Budiman mengungkapkan, dari kondisi lonjakan kasus tersebut, seharusnya pemerintah Indonesia tidak boleh lupa kalau negara tidak bisa lepas dari situasi global.
Situasi yang dimaksud adalah kondisi Covid-19 yang masih berstatus pandemi.
Dengan demikian, kebijakan-kebijakan yang bisa diterapkan harusnya selaras dengan situasi global.
Sehingga target terkendalinya kasus infeksi baru Covid-19 terwujud sampai pandemi dinyatakan benar-benar berakhir.
“Situasi saat ini dan terkait kebijakan (pakai) masker yang dicabut, sebenarnya kita belum siap dengan literasi yang membangun persepsi, sehingga ya masyarakat banyak yang merasa bahwa itu artinya pandemi sudah berakhir,” kata Dicky kepada Kompas.com, Jumat (10/6/2022).
Seperti diketahui, Presiden Joko Widodo telah mengumumkan pelonggaran penggunaan masker untuk masyarakat.
Hal itu adalah tindak lanjut penanganan pandemi Covid-19 yang diklaim semakin membaik.
Masyarakat diizinkan tidak memakai masker, jika sedang beraktivitas di ruang terbuka dan tidak padat orang.
"Jika masyarakat sedang beraktivitas di luar ruangan atau di area terbuka yang tidak padat orang, maka diperbolehkan untuk tidak menggunakan masker," ujar Jokowi dalam keterangan video pada Selasa (17/5/2022) sore.
Baca: Wacana Bebas Masker, Pemerintah Tunggu Perkembangan Covid-19 pada Juni
Baca: Kebijakan Lepas Masker di Area Terbuka, Moeldoko Ingatkan Masyarakat Tidak Terlena Euforia
Terpisah, Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengungkapkan, peningkatan ini melebihi kasus yang terjadi pada 22 Mei 2022.
"Jika dilihat pada grafik kasus positif Covid-19 mingguan, terjadi kenaikan 571 atau 31 persen dari kasus tanggal 22 Mei 2022, yaitu dari 1.814 menjadi 2.385 kasus mingguan," kata Wiku saat konferensi pers di kanal YouTube Sekretariat Presiden, Rabu (8/6/2022).
Selain itu, juga terjadi peningkatan kasus aktif Covid-19 dalam empat hari terakhir sebesar 328 kasus atau 10 persen dari kasus harian pada 2 Juni 2022, yakni 3.105 menjadi 3.433 kasus.
Hal ini dianggap mengkhawatirkan, karena faktanya , penyebaran virus SARS-CoV-2 penyebab Covid-19 masih terus terjadi.
Kemudian, Kementerian Kesehatan, Juru Bicara Kemenkes dr Mohammad Syahril,SP.P, MPH mengumumkan, Indonesia telah mengidentifikasi subvarian BA.A dan BA.5.
Maka, seharusnya narasi untuk pelonggaran pemakaian masker dan disiplin protokol kesehatan masih tetap harus dilakukan sampai sekarang.
Narasi pencabutan larangan tidak memakai masker di luar ruangan yang tidak padat orang tersebut, masih belum sejalan dengan kemampuan persepsi dan literasi masyarakat.
Bukan tidak mungkin sebagian masyarakat merasa tidak perlu lagi memakai masker di mana pun, dan menganggap pandemi sudah berakhir.
(TRIBUNNEWSWIKI.COM/PUTRADI PAMUNGKAS)
“Narasi ini juga yang harus diperbaiki ya, seakan-akan publik menganggap itu (kondisi saat ini) sudah endemik, sudah selesai, tapi enggak begitu. Berbahaya sekali,” ujarnya.
“Sekali lagi, pemerintah juga jangan ikut-ikutan ya menarasikan yang tidak tepat ini, dan ini harus diperbaiki, ya walaupun di banyak negara lain juga sama seperti itu, tapi kita jangan ikut salah,” tambahnya.