TRIBUNNEWSWIKI.COM - Menteri Pertahanan Tiongkok Wei Fenghe mengatakan negaranya tidak akan ragu untuk memulai perang jika Taiwan berani memproklamirkan kemerdekaannya.
Hal itu disampaikannya kepada Menteri Pertahanan Amerika Serikat (AS) LLoyd Austion saat menghadiri pertemuan tingkat tinggi Shangri-La Dialogue di Singapura.
Austin sempat meminta Tiongkok untuk menahan diri dari tindakan destabilisasi terhadap Taiwan.
Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Taiwan mencela "klaim absurd" Tiongkok tentang kedaulatan Taiwan.
Hingga saat ini Tiongkok masih mengklaim Taiwan sebagai bagian dari wilayahnya. Namun, pemerintah Taiwan berulang kali menolak klaim tersebut.
"Taiwan tidak pernah berada di bawah yurisdiksi pemerintah Tiongkok, dan rakyat Taiwan tidak akan menyerah karena ancaman dari pemerintah Tiongkok," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Taiwan Joanne Qu, dikutip dari The Guardian, (11/9/2022).
Kementerian Pertahanan AS mengatakan Austin, dalam ucapannya, telah menegaskan kembali pentingnya perdamaian dan stabilitas di seberang Selat Taiwan.
Ketegangan antara Tiongkok dan Taiwan kembali meningkat karena jet tempur Tiongkok sering masuk ke zona pertahanan udara Taiwan.
Baca: Militer AS Akan Ikut Campur jika Taiwan Diserang, Tiongkok Berikan Peringatan
Baca: Joe Biden: Jika Diserang Tiongkok, Taiwan Akan Dibantu oleh AS
Pada bulan Mei lalu Presiden AS Joe Biden mengatakan akan memberikan bantuan militer apabila Taiwan benar-benar diserbu oleh Tiongkok.
Wei Fenghe dilaporkan berkata kepada Austin bahwa Beijing akan "menghancurkan setiap rencana kemerdekaan Taiwan hingga berkeping-keping dan dengan tegas menginginkan penyatuan kembali tanah air".
Sementara itu, Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida turut mencemaskan ketegangan Tiongkok-Taiwan.
Bahkan, dia berkata, "Ukraina hari ini mungkin Asia Timur besok".
Menurut Fumio, dunia harus "bersiap dengan kemunculan suatu entitas yang menginjak-injak perdamaian dan keamanan negara lain dengan paksaan atau ancaman tanpa menghormati aturan".
Kata Fumio, dia akan mengelurkan rencana "Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka demi perdamaian" pada musim panas mendatang.
Baca: Kasus Penembakan di Gereja California Diduga Dipicu oleh Konflik Tiongkok vs. Taiwan
Baca: Intelijen AS: Tiongkok Sedang Persiapkan Militer agar Bisa Ambil Alih Taiwan
Jepang akan menyediakan bantuan pembangunan, kapal patroli, penegakan hukum maritim, dan bantuan lainnya kepada negara-negara di Asia Tenggara dan Pasifik agar mereka bisa melindungi diri dengan lebih baik.
Bantuan itu akan diberikan oleh Jepang kepada setidaknya 20 negara.
Menurutnya, keamanan di wilayah Indo-Pasifik memburuk karena meningkatnya ketegangan di Laut Timur dan laut Tiongkok Selatan serta sekitar Taiwan.
(Tribunnewswiki)
Baca berita lainnya tentang Taiwan di sini