TRIBUNNEWSWIKI.COM - Kota Mariupol di Ukraina terancam dilanda wabah kolera karena ada banyak jasad dan sampah yang mencemari air minum.
Mariupol saat ini diduduki oleh pasukan Rusia dan mereka mempertimbangkan untuk mengarantina kota itu.
"Ada pembicaraan mengenai karantina. Kota ini diam-diam ditutup," kata Penasihat Wali Kota, Petro Andriushchenko, dikutip dari CNN International.
"Kota ini kini benar-benar menyatu dengan jasad yang ada di setiap tempat," kata dia.
"Jasad-jasad menumpuk. Pasukan pendudukan tidak bisa mengatasinya dengan mengubur jasad itu di kuburan massal. Bahkan, tidak mampu melakukannya."
Organiasasi Kesehatan Dunia (WHO) juga telah memperingatkan potensi munculnya wabah kolera di Mariupol.
WHO telah mendistribusikan vaksin di Dnipro, tetapi belum diketahui bagaimana vaksin itu akan tersalurkan kepada warga Mariupol.
Baca: Ukraina Masukkan Jasad Tentara Rusia ke Dalam Gerbong Berpendingin di Kereta
Baca: Beredar Foto yang Perlihatkan Jasad Warga Sipil Berserakan di Bucha, Putin: Itu Palsu
Direkutur Kedaruratan WHO Eropa, Dr. Dorit Nitzan, sempat mengunjungi Ukraina bulan lalu.
Dia mengatakan kondisi kebersihan di Mariupol sangat membahayakan.
"Kami mendapat informasi bahwa ada genangan di jalanan, air limbah dan air minum bercampur," kata Nitzan tanggal 17 Mei 2022 ketika berada di Kiev.
Andriushchenko bahkan mengatakan sulit menjelaskan betapa buruknya situasi di Mariupol saat ini.
Sumber air mulai di kota itu mulai menghilang karena musim panas mulai tiba dan proses evakuasi terhenti.
"Anda dapat memasuki kota ini dengan izin tinggal di Mariupol. Namun, ini adalah tiket sekali jalan karena Anda tidak bisa meninggalkannya," kata Andriushchenko.
"Dari semua skenario yang mungkin untuk melawan epidemi, menurut pendapat kami, skenario yang dipilih Rusia selalu yang paling egois, sekadar mendekati warga kota dan meninggalkan segalanya, apa adanya: siapa yang bertahan, akan selamat.
Wakil Wali Kota Mariupol, Serhiy Orlov, pada hari Selasa mengatakan ada sekitar 150.000 orang yang masih bertahan di kota itu.
Sebelum invasi, penduduk Mariupol berjumlah lebih dari 400.000.
Baca: Rusia Terus Membombardir Benteng Pertahanan Terakhir Pejuang Ukraina di Mariupol
Baca: Putin Nyatakan Rusia Sudah Menang di Mariupol, Medan Tempur Terbesar di Ukraina
(Tribunnewswiki)
Baca berita lainnya tentang Ukraina di sini