Apa Itu Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang Serang Ribuan Hewan Ternak di Jawa Timur?

Penyakit mulut dan kuku atau PMK kini menyerang ribuan hewan ternak di Jawa Timur.


zoom-inlihat foto
KOMPASCOMHAMZAH-ARFAHKOMPASCOMHAMZAH-ARFAHKOMPASCOMHAMZAH-ARFAHxd.jpg
KOMPAS.COM/HAMZAH ARFAH
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa (mengusap kepala sapi), saat mengunjungi peternakan sapi di Desa Kedungpring, Kecamatan Balongpanggang, Gresik, Sabtu (7/5/2022).


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Indonesia kembali digegerkan dengan adanya penyakit mulut dan kuku (PMK).

Penyakit ini menyerang hewan-hewan ternak. Lantas apa itu penyakit mulut dan kuku?

PMK atau dikenal juga sebagai foot and mouth disease (FMD) dan Apthtae Epizooticae adalah penyakit hewan menular bersifat akut yang disebabkan virus, dikutip dari Portal Kabupaten Bogor.

Penyebab PMK adalah virus tipe A dari famili Picornaviridae, genus Apthovirus.

Masa inkubasi virus ini 2-14 hari (masa sejak hewan tertular penyakit sampai timbul gejala penyakit).

Adapun jenis hewan yang rentan tertular adalah sapi, kerbau, unta, gajah, rusa, kambing, domba, dan babi.

Baca: Inilah Penyakit yang Mengintai Usai Lebaran, Begini Cara Ampuh untuk Menghindarinya

Baca: Hepatitis Akut Disebut Tak Miliki Potensi Jadi Pandemi, Ini Penjelasannya

Cara penularan penyakit mulut dan kuku ini bisa melalui beberapa perantara.

1. Kontak langsung maupun tidak langsung dengan hewan penderita (droplet, leleran hidung, serpihan kulit);

2. Vektor hidup (terbawa manusia, dll)/;

3. Bukan vektor hidup (terbawa mobil angkutan, peralatan, alas kandang dll);

4. Tersebar melalui angin, daerah beriklim khusus (mencapai 60 km di darat dan 300 km di laut).

Gejala klinis PMK

Kementan telah melakukan upaya mengatasi kejadian munculnya Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada sapi di Gresik, Sidoarjo, Mojokerto dan Lamongan. -- Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan tidak menular ke Manusia. Ini gejala PMK pada sapi, kambing, domba, babi dan cara pencegahannya.
Kementan telah melakukan upaya mengatasi kejadian munculnya Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada sapi di Gresik, Sidoarjo, Mojokerto dan Lamongan. -- Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan tidak menular ke Manusia. Ini gejala PMK pada sapi, kambing, domba, babi dan cara pencegahannya. (Kementan)

Dosen Fakultas Kedokteran Hewan IPB University, Supratikno, menuturkan PMK secara umum menyerang hewan herbivora berkuku genap.

Hewan-hewan tersebut antara lain sapi, kerbau, kambing, domba, babi, rusa, dan sebagainya.

Hewan ternak yang terserang penyakit ini akan mengalami demam tinggi sampai 41 derajat, serta pembengkakan kelenjar pertahanan terutama di daerah mandibula atau rahang bawah.

Sekitar mulut, moncong, gusi, kuku, ambing atau payudara hewan juga tampak lepuh atau luka.

"Karena luka-luka tadi, maka timbul produksi kelenjar ludah yang tinggi, sehingga air liur menetes. Hewan susah makan dan menelan," kata Supratikno saat dihubungi Kompas.com, Selasa (10/5/2022).

Dihubungi terpisah, dokter hewan di Pusat Penyelamatan Satwa Bali (BWRC) Dyah Ayu Risdasari Tiyar Noviarini juga menyebutkan gejala-gejala klinis lain, seperti berikut.

• Deman tinggi, mulai dari 39 derajat sampai 41 derajat

Hipersalivasi dan berbusa

Sebagian muncul luka lepuh di lidah dan di mukosa rongga mulut

Pincang, luka pada kaki dan diakhiri lepasnya kuku pada beberapa ekor sapi

Tidak mau makan

Gemetar atau sulit berdiri

Bernapas dengan cepat

Penyakit ini menular sangat cepat dan bisa menyerang 100 persen satu kawanan dalam satu kandang. 

Pencegahan secara medis ini dilakukan berdasarkan dua daerah, yaitu yang tertular dan yang tidak tertular.

Untuk daerah tertular, pencegahan dilakukan dengan memberi vaksin virus aktif yang mengandung adjuvant.

Baca: 15 Anak di 5 Provinsi Dilaporkan Terkena Hepatitis Akut Misterius, 5 Meninggal

Baca: 5 Makanan untuk Cegah Risiko Kanker Prostat, Penyakit Paling Ditakuti Pria

Kekebalan terbentuk 6 bulan setelah dua kali pemberian vaksin, sebagian tergantung pada antigen yang berhubungan antara vaksin dan strain yang sedang mewabah.

Untuk daerah yang tidak tertular di seluruh Indonesia, dapat dilakukan pengawasan lalu lintas ternak.

Selain itu juga dilakukan pelarangan pemasukan ternak dari daerah tertular.

Pengobatan dan Pengendalian 

1. Pemotongan dan pembuangan jaringan tubuh hewan yang terinfeksi.

2. Kaki yang terinfeksi di terapi dengan chloramphenicol atau bisa juga diberikan larutan cuprisulfat.

3. Injeksi intravena preparat sulfadimidine juga disinyalir efektif terhadap PMK.

4. Selama dilakukan pengobatan, hewan yang terserang penyakit harus dipisahkan dari hewan yang sehat (dikandang karantina terpisah dari kandang hewan sehat).

5. Hewan tidak terinfeksi harus ditempatkan pada lokasi yang kering dan dibiarkan bebas jalan-jalan serta diberi pakan cukup untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuhnya.

6. Pada kaki hewan ternak yang sehat diolesi larutan Cuprisulfat 5 % setiap hari selama satu minggu, kemudian setelah itu terapi dilakukan seminggu sekali sebagai cara yang efektif untuk pencegahan PMK pada ternak sapi.

Sebelumnya telah diberitakan sebanyak 1.247 sapi di Kabupaten Gresik, Lamongan, Sidoarjo, dan Mojokerto, Jawa Timur terjangkit PMK.

Bahkan, PMK di Kabupaten Gresik yang semula diketahui hanya di lima kecamatan, kini terkonfirmasi merambah hingga ke tujuh kecamatan.

Dari total populasi sapi di kandang yang diidentifikasi berjumlah 959 ekor, sebanyak 729 ekor sapi di antaranya terindikasi terjangkit PMK.

Kondisi itu menyebabkan 13 ekor sapi mati akibat terserang PMK.

(TRIBUNNEWS/TRIBUNNEWSWIKI.COM)





BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved