Pimpin Parade Militer 9 Mei, Putin Bakal Berikan Peringatan 'Kiamat' kepada Barat

Putin akan berpidato di Alun-Alun Merah, di depan para tentara beserta tank, roket, dan rudal balistik antarbenua milik Rusia.


zoom-inlihat foto
Vladimir-Putin-Hungaria.jpg
YURI KOCHETKOV / POOL / AFP
Presiden Rusia Vladimir Putin saat konferensi pers bersama Perdana Menteri Hungaria di Kremlin, 1 Februari 2022.


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Presiden Rusia Vladimir Putin dilaporkan bakal memberikan peringatan "kiamat" atau kehancuran besar kepada Barat pada parade tanggal 9 Mei mendatang.

Parade pada hari Senin besok itu digelar untuk memperingati kemenangan Uni Soviet atas Nazi Jerman pada Perang Dunia II.

Dalam parade itu, Rusia akan memamerkan kekuatan armada tempurnya yang besar.

Putin akan berpidato di Alun-Alun Merah, di depan para tentara beserta tank, roket, dan rudal balistik antarbenua milik Rusia.

Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan akan ada jet tempur supersonik, pesawat pengebom strategis TU-160, dan pesawat komando Il-80 yang akan membawa pemimpin Rusia seandainya perang nuklir terjadi.

Diperkirakan akan ada 11.000 tentara yang berparade di Alun-Alun Merah. Jumlah senjata yang dipamerkan mencapai 131 buah.

Baca: Zelenskiy: Hampir 400 Rumah Sakit & Faskes di Ukraina Hancur karena Invasi Rusia

Presiden Rusia Vladimir Putin memimpin rapat tentang pertanian Novo-Ogaryovo pada 5 April 2022.
Presiden Rusia Vladimir Putin memimpin rapat tentang pertanian Novo-Ogaryovo pada 5 April 2022. (Mikhail KLIMENTYEV / SPUTNIK / AFP)

Putin mengatakan perang di Ukraina mirip dengan tantangan yang dihadapi Uni Soviet ketika Adolf Hitler melakukan invasi tahun 1941.

Menurutnya, perang tersebut adalah pertempuran untuk melindungi warga berbahasa Rusia dari persekusi Nazi.

Selain itu, perang di Ukraina juga ditujukan untuk menjaga Rusia dari ancaman Amerika Serikat (AS).

Ancaman itu, kata dia, datang dalam bentuk perluasan negara-negara Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO).

Namun, Barat menganggap klaim fasisme yang disampaikan Putin tidak masuk akal.

Menurut Barat, Putin saat ini sedang melakukan perang atau agresi yang tidak dapat dibenarkan.

Uni Soviet dilaporkan kehilangan 27 juta rakyatnya pada Perang Dunia II, terbanyak di antara negara-negara yang terlibat perang.

Baca: Kasus Menlu Rusia Sebut Hitler Punya Darah Yahudi, Putin Minta Maaf kepada Israel

Baca: Viral Video Simulasi Serangan Nuklir Rusia Hancurkan Inggris & Irlandia Hilang dari Peta Dunia

Dalam beberapa tahun belakangan, Putin percaya bahwa Barat berupaya mengerdilkan kemenangan Soviet dan menulis ulang sejarah.

Invasi Rusia telah berlangsung lebih dari 2 bulan dan dilaporkan telah menewaskan ribuan orang.

Tindakan ini telah membuat negara-negara Barat menjatuhkan banyak sanksi kepada Rusia.

Bahkan, dunia khawatir perang antara Ukraina dan Rusia akan melebar dan menjadi konfrontasi antara AS dan Rusia.

Invasi ini harus dibayar mahal oleh Rusia karena negara yang dipimpin Putin itu mengalami kontraksi ekonomi terparah sejak Soviet runtuh.

Rusia mengatakan tidak ada satu pun pemimipin negara Barat yang diundang untuk menyaksikan parade kemenangan tanggal 9 Mei.

Dua dekade lalu, mantan Presiden AS George W. Bush sempat hadir pada perayaan 9 Mei di Moskwa.

Baca: AS Mengaku Lega karena Tiongkok Tak Jadi Kirim Bantuan Militer untuk Rusia

AS dan sekutunya kini meningkatkan jumlah bantuan senjata yang dikirimkan ke Ukraina.

Putin dilaporkan telah mendapat desakan dari beberapa pejabat militer Rusia untuk mengeluarkan senjata yang lebih besar.

Selain itu, Rusia telah memperingatkan Barat bahwa senjata yang dikirimnya menjadi target Rusia.

(Tribunnewswiki)

Baca berita lainnya tentang konflik Ukraina-Rusia di sini





BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved