TRIBUNNEWSWIKI.COM - Pemimpin Resimen Azov, Denys Prokopenko, mengatakan pertempuran besar terjadi di area pabrik baja Azovstal, Mariupol.
Pertempuran itu terjadi setelah pasukan Rusia menerobos ke dalam kompleks pabrik tersebut.
"Selama dua hari ini, musuh telah masuk ke dalam kompleks pabrik. Terjadi pertempuran berdarah," kata Propokenko dikutip dari CNN Internasional.
"Saya bangga kepada tentara saya yang melakukan upaya luar biasa untuk menahan serangan musuh."
Dia juga berterima kasih kepada seluruh dunia karena telah mendukung para pejuang Ukraina.
"Situasinya sangat sulit, tetapi kami harus tetap melaksanakan perintah untuk menjaga pertahanan."
Pabrik Azovstal menjadi benteng pertahanan terakhir pasukan Ukraina di Mariupol.
Baca: Rusia Kembali Serang Ukraina Timur & Selatan, Warga Mariupol Dievakuasi
Di dalam pabrik tersebut juga terdapat ratusan warga sipil yang bersembunyi. Puluhan di antaranya adalah anak-anak.
Wali Kota Mariupol Vadym Boichenko pada hari Rabu, (4/5/2022), mengatakan artileri dan tank Rusia menyerang seluruh bagian pabrik itu.
Selain itu, pesawat dan kapal Rusia juga mendekati dan menyerang kota pelabuhan itu.
Menurut Boichenko, masiha ada 30 anak-anak yang terperangkap di dalam pabrik dan menunggu evakuasi.
Proses evakuasi juga sudah dilakukan mulai pekan lalu. Ada lebih dari 100 warga sipil yang dievakuasi dan kini sudah berada di Zaporizhzhia.
Tentara di dalam pabrik dilaporkan "berbagi makanan dan air minum" dengan warga sipil.
Baca: Rusia Terus Membombardir Benteng Pertahanan Terakhir Pejuang Ukraina di Mariupol
Baca: Kemenangan Rusia di Mariupol Harus Dibayar Mahal, Banyak Pasukan Elite Tewas
Namun, kata Wakil Komandan Svatoslav Palamar, stok makanan mulai habis.
Menteri Luar Negeri Ukraina mengatakan pabrik itu tetap berdiri meski terus diserang oleh Rusia.
Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Rusia berujar akan ada evakuasi lagi bagi warga sipil pada hari Kamis.
"Pada tanggal 5, 6, dan 7 Mei 2022, mulai pukul 08.00 hingga 18.00 (waktu Moskwa), sesuai dengan keputusan pemimpin Federasi Rusia, yang didasarkan pada prinsip kemanusiaan, Angkatan Bersenjata Rusia akan membuka jalur kemanusiaan di wilayah pabrik baja Azovstal untuk mengevakuasi waraga sipil (pekerja, wanita, dan anak-anak), yang keberadaannya di fasilitas bawah tanah itu sekali lagi diumumkan oleh pihak berwenang Kiev," demikian pernyataan dari Kementerian Pertahanan Rusia.
Baca: Putin Nyatakan Rusia Sudah Menang di Mariupol, Medan Tempur Terbesar di Ukraina
(Tribunnewswiki)
Baca berita lainnya tentang konflik Ukraina-Rusia di sini