Kebijakan Lockdown Ketat di Tiongkok Dikritik Pedas oleh Taiwan, Disebut 'Kejam'

Menurut Perdana Menteri Taiwan, kebijakan ini kejam dan dia tidak akan menirunya.


zoom-inlihat foto
Perdana-Menteri-Taiwan-Su-Tseng-chang.jpg
SAM YEH / AFP
Perdana Menteri Taiwan Su Tseng-chang berpidato tentang krisis antara Rusia dan Ukraina, di parlemen, Taipei, 1 Maret 2022.


TRIBUNNEWSWKI.COM - Perdana Menteri Taiwan Su Tseng-chang mengkritik kebijakan lockdown atau karantina ketat yang diberlakukan di Tiongkok.

Menurut Su, kebijakan tersebut kejam dan Taiwan tidak akan menirunya.

Tiongkok belakangan ini terlihat kewalahan mengatasi penyebaran Covid-19 varian Omicron.

Sebagai contoh, Kota Shanghai terpaksa dikarantina. Bahkan, ibu kota Tiongkok, Beijing, dilaporkan terancam di-lockdown.

Seperti Tiongkok, Taiwan juga menangani pandemi Covid-19 dengan memberlakukan kontrol perbatasan yang ketat dan karantina.

Kasus Covid-19 di Taiwan dilaporkan meningkat mulai awal tahun 2022 karena adanya varian Omicron.

Diperkirakan sudah ada sebanyak 75.000 kasus Covid-19 yang disebabkan oleh Omicron.

Baca: Beijing Terancam Di-lockdown, Pesta Pernikahan & Upacara Pemakaman Dilarang, Sekolah Tutup

Ilustrasi virus corona
Ilustrasi virus corona (Shutterstock)

Kendati demikian, 99 persen pasien dilaporkan hanya mengalami gejala ringan atau bahkan tidak bergejala.

Jumlah kematian akibat Covid-19 relatif kecil, dan angka vaksinasi pun termasuk tinggi.

Oleh karena itu, pemerintah Taiwan memutuskan mengurangi pembatasan dan mulai beralih ke fase "normal baru".

Pulau berpenduduk 23 juta jiwa itu kemudian dibuka untuk kunjungan wisatawan asing.

Berbeda dengan Taiwan, Tiongkok memilih menjalankan kebijakan "nol Covid-19" melalui karantina sangat ketat.

Ketika mengunjungi Pusat Pengendalian Penyakit Menular Taiwan, Su mengatakan penanganan Covid-19 yang dilakukan Taiwan dipuji dunia.

"Kita tidak akan mengarantina negeri ini dan kota-kota [dengan kebijakan] sekejam Tiongkok," kata Su dikutip dari Reuters, (30/4/2022).

Baca: Gara-gara Tes Covid-19 Massal, Tiongkok Tak Bisa Genjot Vaksinasi Booster

Baca: Tiongkok Bantah Kirimkan Senjata untuk Bantu Invasi Rusia ke Ukraina

Menurut dia, Taiwan menggunakan cara "bertahap". "Kami punya rencana, dan ada sebuah pola di dalamnya."

Sementara itu, Kantor Urusan Taiwan di Tiongkok justru menganggap cara penanganan yang dilakukan Taiwan justru akan akan menyebabkan kematian.

Kehidupan di Taiwan dilaporkan hampir kembali normal dan pemerintah akan meloggarkan sejumlah aturan karantina.

Namun, semua yang tiba di Taiwan masih harus mengarantina diri selama 10 hari. Padahal, di sebagai besar negara Asia, aturan itu sudah ditinggalkan.

(Tribunnewswiki)

Baca berita lainnya tentang Taiwan di sini





Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved