Syarat Terbaru Perjalanan Udara: Usia 6-17 Tahun Tidak Harus Antigen, namun Wajib Vaksin Dosis Kedua

Tahun ini pemerintah memperbolehkan mudik lebaran, namun dengan beberapa syarat berikut ini.


zoom-inlihat foto
kru-pesawat-memberikan-pengarahan.jpg
Tribunjualbeli.com
Kru Pesawat memberikan Pengarahan


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Pemerintah mengeluarkan syarat terbaru bagi pelaku perjalanan yang menggunakan moda transportasi udara.

Dikutip dari Kompas.com, bagi pelaku perjalanan berusia 6-17 tahun tidak perlu menunjukkan hasil negatif rapid test antigen, namun wajib melakukan vaksin dosis kedua sebagai syarat naik pesawat.

Kendati begitu, pelaku perjalanan wajib menunjukkan sertifikat vaksin doses kedua.

Peraturan tersebut tercantum dalam Surat Edaran Menteri Perhubungan (SE Menhub) Nomor 48 Tahun 2022 tentang Petunjuk Pelaksanaan Perjalanan Orang Dalam Negeri dengan Transportasi Udara pada Masa Pandemi Covid-19.

"PPDN (pelaku perjalanan dalam negeri) dengan usia 6-17 tahun dan telah menerima vaksin dosis kedua dikecualikan terhadap kewajiban menunjukkan hasil negatif rapid test antigen, namun wajib melampirkan kartu/sertifikat vaksin dosis kedua," demikian petikan SE.

Merujuk dokumen SE yang dapat dilihat di lama resmi Kementerian Perhubungan (Kemenhub), syarat tersebut berlaku mulai 19 April 2022.

Baca: Prediksi Puncak Arus Mudik Lebaran dan Imbaun Pemerintah untuk Masyarakat

Di luar syarat tersebut, perjalanan menggunakan transportasi udara masih mengacu pada SE Menhub Nomor 36 Tahun 2022.

Berikut ini peraturan tambahan bagi pelaku perjalanan transportasi udara untuk ke seluruh daerah di Indonesia:

1. Bagi yang sudah mendapat vaksin dosis ketiga atau booster tidak wajib menunjukkan hasil negatif tes RT-PCR atau rapid test antigen.

2. Bagi yang telah mendapatkan vaksinasi dosis kedua (kecuali usia 6-18 tahun) wajib menunjukkan hasil negatif rapid test antigen yang sampelnya diambil dalam kurun waktu 1x24 jam atau hasil negatif RT-PCR yang sampelnya diambil 3x24 jam sebelum keberangkatan sebagai syarat perjalanan.

3. Bagi yang telah mendapatkan vaksinasi dosis pertama wajib menunjukkan hasil negatif RT-PCR yang sampelnya diambil 3×24 jam sebelum keberangkatan.

4. Individu dengan kondisi kesehatan khusus atau penyakit komorbid yang tidak dapat menerima vaksinasi wajib menunjukkan hasil negatif RT-PCR yang sampelnya diambil 3 x 24 jam sebelum keberangkatan. Pelaku perjalanan kategori ini juga wajib melampirkan surat keterangan dokter dari rumah sakit pemerintah yang menyatakan bahwa ia belum dan/atau tidak dapat mengikuti vaksinasi Covid-19.

Baca: Arus Puncak Mudik Lebaran Diprediksi 28-29 April, Masyarakat Diimbau Pulang Kampung Lebih Awal

5. Pelaku perjalanan usia di bawah 6 tahun dikecualikan dari ketentuan vaksin dan tidak wajib menunjukkan hasil negatif RT-PCR atau rapid test antigen, namun wajib disertai pendamping perjalanan yang memenuhi ketentuan vaksinasi dan pemeriksaan Covid-19.

Namun keharusan menunjukkan hasil negatif tes RT-PCR bagi pelaku perjalanan yang baru divaksinasi dosis pertama dikecualikan bagi angkutan udara perintis, di antaranya penerbangan di wilayah perbatasan, daerah 3T (tertinggal, terdepan, terluar) sesuai dengan kondisi daerah masing-masing.

Tak hanya peraturan tersebut, seluruh pelaku perjalanan juga wajib mematuhi protokol kesehatan pencegahan Covid-19, termasuk menggunakna masker 3 lapis, menjaga jarak, dan mencuci tangan.

Pelaku perjalanan juga tidak diperbolehkan bicara melalui telepon atau secara langsung selama perjalanan.

Selain itu, pelaku perjalanan dilarang makan dan minum khusus bagi perjalanan yang kurang dari 2 jam.

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/PUAN)

Baca lengkap soal mudik lebaran di sini







KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2023 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved