Sri Mulyani Siapkan Rp 30 Triliun Proyek IKN Tahun Depan, Ini yang Akan Dibangun

Besaran pagu indikatif untuk IKN ditaksir Rp 27 triliun hingga Rp 30 triliun di tahun depan.


zoom-inlihat foto
UU-IKN-2.jpg
DOK KEMENTERIAN PUPR
Desain Ibu Kota Negara


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Pemerintah menyiapkan pagu pembangunan dan pemindahan Ibu Kota Negara (IKN) ke Kalimantan Timur pada tahun 2023.

Besaran pagu indikatif untuk IKN ditaksir Rp 27 triliun hingga Rp 30 triliun di tahun depan.

Dana tersebut masuk dalam pagu indikatif infrastruktur yang dipatok Rp 367 triliun hinga Rp 402 triliun.

"Kita juga di dalam APBN tahun depan sudah mencadangkan untuk belanja pembangunan untuk Ibu Kota Negara baru, yaitu antara Rp 27 hingga Rp 30 triliun," kata Sri Mulyani usai Rapat Terbatas di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (14/4/2022).

Foto tangkapan layar YouTube Sekretariat Presiden: konsep desain ibu kota baru Nagara Rimba Nusa, pemenang sayembara Kementerian PUPR.
Foto tangkapan layar YouTube Sekretariat Presiden: konsep desain ibu kota baru Nagara Rimba Nusa, pemenang sayembara Kementerian PUPR. (KOMPAS.com/Fitria Chusna Farisa)

Dana Rp 30 triliun untuk bangun apa saja? 

Sri Mulyani menuturkan, dana Rp 30 triliun akan dimanfaatkan untuk mulai membangun infrastruktur dasar dan gedung pemerintahan.

Termasuk sarana konektivitas yang dikawal langsung oleh Kementerian Perhubungan, hingga sarana pendidikan seperti sekolah dan sarana kesehatan di tahap awal.

"Ini juga untuk mendukung belanja sarana prasarana di bidang ketahanan dan juga di bidang keamanan," beber dia.

Menurutnya, infrastruktur adalah salah satu prioritas belanja pemerintah di tahun depan, di samping belanja di bidang kesehatan, bidang pendidikan, dan bidang perlindungan sosial.

Dana pembangunan IKN, 20 persen dari APBN

Secara keseluruhan, pagu indikatif belanja negara pada tahun 2023 berada di kisaran Rp 2.818,1 triliun hingga Rp 2.979,3 triliun, atau setara dengan 14,09 hingga 14,71 persen dari PDB.

Sri Mulyani mengatakan, belanja negara tersebut terdiri dari belanja pemerintah pusat (BPP) sekitar Rp 2.017 triliun - Rp 2.152 triliun, serta transfer ke daerah dan dana desa (TKDD) Rp 800 - 826 triliun.

"Dengan belanja tersebut dan penerimaan yang tadi telah disampaikan defisit APBN tahun depan akan dirancang pada kisaran Rp 562,6 triliun, hingga Rp 596,7 triliun atau ini berarti 2,81 hingga 2,95 persen dari PDB," tandas dia.

Baca: Jokowi Cerita Pengalaman Menikmati Malam saat Kemah di IKN: Udara Sejuk dan Cuaca Cerah

Baca: Penyebab 33 Gubernur Batal Temani Jokowi Berkemah di Titik Nol IKN

Untuk diketahui, dana yang dibutuhkan untuk membangun IKN adalah Rp 466 triliun yang 19-20 persennya menggunakan APBN.

Untuk tahap awal dari tahun 2022-2024, anggaran dibutuhkan sekitar Rp 45 triliun.

Adapun anggaran IKN tiap tahun mengacu pada UU Nomor 17 Tahun 2003 dan UU nomor 1 tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara.

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/PUTRADI PAMUNGKAS)











KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2022 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved