TRIBUNNEWSWIKI.COM - Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD memberikan tanggapan tentang aksi unjuk rasa sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam BEM SI, Senin (11/4/2022).
Hal tersebut disampaikan Mahfud saat Rapat Koordinasi Terbatas mengenai Perkembangan Situasi Politik dan Keamanan di Dalam Negeri yang dilaksanakan di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat, Sabtu (9/4/2022).
Dikutip dari Kompas.com, rapat tersebut akan dihadiri oleh Menteri Sekretaris Negara, Menteri Dalam Negeri, Menteri Perhubungan, Kepala BIN, Panglima TNI, Kepala Staf Presiden dan Wakabaintelkam mewakili Kapolri, beserta sejumlah pejabat Eselon I Kemenko Polhukam.
Mahfud menilai aksi unjuk rasa tersebut merupakan bagian dari demokrasi.
Baca: Adian Napitupulu soal Demo 11 April: Yang Wacanakan 3 Periode Bukan Presiden, Kenapa Jokowi Didemo?
Baca: Besok, Ribuan Mahasiswa Bakal Geruduk Istana Negara, Tuntut Jokowi Tegas Tolak Jabatan 3 Periode
Kendati begitu, ia meminta agar demonstrasi tidak melanggar hukum.
"Pemerintah mengimbau agar di dalam menyampaikan aspirasi supaya dilakukan dengan tertib, tidak anarkistis, dan tidak melanggar hukum," ucap Mahfud.
Ia menegaskan unjuk rasa itu bertujuan untuk menyampaikan aspirasi agar dapat didengar pemerintah dan masyarakat.
Seperti diketahui, Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) mengatakan sudah melayangkan surat pemberitahuan kepada Polda Metro Jaya.
Baca: Jokowi ke Para Menterinya: Jangan Ada Lagi yang Suarakan Penundaan Pemilu-Perpanjangan Masa Jabatan!
Baca: Hasil Survei SMRC, 62 Persen Responden Tak Setuju Jokowi Maju ke Pilpres 2024
Surat pemberitahuan tersebut dikirim dan diterima Polda Metro Jaya pada Jumat, (8/4/2022), sekitar pukul 13.00 WIB.
Namun, polisi mengancam akan membubarkan aksi unjuk rasa.
Lebih jauh, Mahfud menuturkan pihaknya sudah berkoordinasi dengan aparat keamanan dan penegakan hukum agar melakukan pengamanan sebaik-baiknya.
Mahfud menghimbau agar aparat tidak represif terhadap peserta aksi.
"Tidak boleh ada kekerasan, tidak membawa peluru tajam, juga jangan sampai terpancing oleh provokasi," ujarnya.
Koordinator Media BEM SI Luthfi Yufrizal menegaskan mahasiswa tak gentar dengan ancaman dari kepolisian.
"Ini (ancaman pembubaran) salah satu upaya untuk mengintimidasi para mahasiswa. Tapi kami tidak terpengaruh. Unjuk rasa 11 April akan tetap berjalan," kata Luthfi, Sabtu (9/4/2022).
(TRIBUNNEWSWIKI.COM/PUAN)
Baca lengkap soal Covid19 di sini