Potensi Beda Awal Ramadan Versi Pemerintah & Muhammadiyah, Kemenag: Sidang Isbat Akan Tentukan

Penetapan awal bulan ramadan 2022 akan dilakukan melalui sidang isbat, namun muncul kemungkinan perbedaan awal ramadan pemerintah dan Muhammadiyah.


zoom-inlihat foto
rukyatul-hilal-1.jpg
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Anggota tim Rukyatul Hilal memantau hilal penetapan jadwal puasa 2018 di Masjid Al Musari'in, Basmol, Jakarta, Selasa (15/5/2018).


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah Kementerian Agama (Kemenag) Adib mengatakan kemungkinan terjadinya perbedaan 1 Ramadan 1443 Hijriah yang akan ditetapkan oleh pemerintah dan awal Ramadan yang diumumkan Muhammadiyah.

Adib menjelaskan hal tersebut terjadi lantaran pendekatan yang digunakan berbeda dalam menentukan awal Ramadan.

"Mengapa terjadi perbedaan (1 Ramadhan)? Tentu ada pendekatan yang berbeda dalam hal penetapan awal bulan Ramadhan, salah satu di antaranya ada menggunakan pendekatan ilwa hisab atau pendekatan hisab secara murni," kata Adib dalam diskusi secara virtual bertajuk "Persiapan Ibadah dan Pangan Jelang Ramadhan", seperti dikutip dari Kompas.com, Senin (28/3/2022).

Dia mengungkapkan tentang potensi perbedaan tersebut, Kemenag akan melakukan sidang Isbat bersama organisasi-organisasi Islam dan majelis ulama.

"Jadi nanti pada saat sidang Isbat itu kita akan menentukan terkait dengan awal bulan Ramadhan 1443 Hijriyah, apakah kemudian jatuh pada jatuh tanggal 2 April atau di tanggal 3 April," katanya.

Baca: Jadwal Imsakiyah dan Waktu Buka Puasa Ramadan 2022 untuk Wilayah Gorontalo

Lebih jauh, Adib menuturkan bahwa 1 Ramadan akan bergantung pada hasil laporan para petugas yang melakukan proses pengamatan keberadaan hilal.

"Ada 101 titik di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia ini yang melakukan proses pengamatan terhadap hilal," imbuh Adib.

Diberitakan sebelumnya, Organisasi Riset Penerbangan dan Antariksa BRIN memprediksi 1 Ramadhan 1443 Hijriah jatuh pada 3 April 2022.

Prediksi tersebut berbeda dari Muhammadiyah yang mengumumkan awal Ramadan jatuh pada 2 April 2022.

Profesor riset bidang Astronomi dan Astrofisika, Pusat Riset Antariksa BRIN, Thomas Djamaluddin, mengungkapkan ketinggian hilal pada 1 April 2022 hanya sedikit di atas 2 derajat.

“Hilal tidak mungkin terlihat di wilayah Indonesia pada 1 April mendatang,” ucap Thomas, dikutip dari situs resmi Lapan.

Baca: Jadwal Imsakiyah dan Waktu Buka Puasa Ramadan 2022 untuk Wilayah Pekanbaru

“Artinya, jika hilal tidak terlihat pada 1 April, maka jumlah hari pada bulan Syakban tahun ini akan digenapkan menjadi 30 hari," imbuhnya.

Thomas mengatakan penentuan awal Ramadan sejak 2022 telah menggunakan kriteria baru, yakni MABIMS yang juga digunakan Singapura, Brunei Darussalam, dan Malaysia.

"Sejak awal 2022 Kementerian Agama mengadopsi Kriteria Baru MABIMS, yaitu tinggi bulan minimal 3 derajat dan elongasi minimal 6,4 derajat. Dengan kriteria baru tersebut, posisi bulan di wilayah Indonesia dan negara-negara Brunei Darussalam, Malaysia, dan Singapura (negara-negara MABIMS) belum memenuhi kriteria," ujar Thomas.

Namun, Thomas menghimbau agar masyarakat menunggu keputusan resmi pemerintah lewat sidang isbat yang akan digelar pada 1 April 2022.

Sedangkan, Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah telah menetapkan 1 Ramadan 1443 Hijriah jatuh pada 2 April 2022 dan tercantum dalam Maklumat Nomor 01/MLM/I.0/E/2022 tentang Penetapan Hasil Hisab Ramadhan, Syawal, dan Zulhijah 1443 H.

"1 Ramadhan 1443 H jatuh pada Sabtu Pon, 2 April 2022 M," tulis maklumat tersebut.

Dalam maklumat tersebut juga tercantum bahwa Ramadhan 2022 berumur 30 hari dan 1 Syawal 1443 H atau Hari Raya Idul Fitri akan jatuh pada 2 Mei 2022.

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/PUAN)

Baca lengkap soal Ramadan di sini







KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2022 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved