Zelenskyy Sebut Ukraina Siap Jadi Negara Netral demi Berdamai dengan Rusia

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menyampaikan pernyataan penting kepada para wartawan Rusia pada Minggu, 27 Maret 2022 kemarin.


zoom-inlihat foto
Presiden-Ukraina-24.jpg
Capture Twitter@ZelenskyyUa
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky merekam dirinya di luar kantor kepresidenannya di Kyiv, Ukraina, Sabtu (26/2/2022).


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menyampaikan pernyataan penting kepada para wartawan Rusia pada Minggu, 27 Maret 2022 kemarin.

Volodymyr Zelenskyy menegaskan bahwa Ukraina siap berdamai dengan Rusia.

Zelenskyy mengatakan Ukraina siap untuk membahas mengadopsi status netral sebagai bagian dari kesepakatan damai dengan Rusia.

Namun, kata Zelenskyy, langkah itu harus dijamin oleh pihak ketiga dan dimasukkan ke referendum.

"Jaminan keamanan dan netralitas, status non-nuklir negara kita. Kami siap untuk melakukannya. Ini adalah poin yang paling penting," kata Zelenskyy, Minggu, dikutip TribunnewsWiki dari Al Jazeera.

Zelenskyy menyampaikan pesannya tersebut dalam bahasa Rusia, seperti yang telah ia lakukan dalam pidato sebelumnya ketika berbicara kepada audiens Rusia.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy menghadiri konferensi pers dengan Perdana Menteri Inggris di Kyiv, 1 Februari 2022
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy menghadiri konferensi pers dengan Perdana Menteri Inggris di Kyiv, 1 Februari 2022 (PETER NICHOLLS / POOL / AFP)

Baca: Volodymyr Zelensky

Baca: Intelijen Kiev Sebut Rusia Ingin Pecah Ukraina Jadi 2 Bagian seperti Korea Utara dan Korea Selatan

Dia mengatakan invasi Rusia telah menyebabkan kehancuran kota-kota berbahasa Rusia di Ukraina, dan mengatakan kerusakan itu lebih buruk daripada perang Rusia di Chechnya.

Zelenskyy menambahkan, Ukraina sedang membahas penggunaan bahasa Rusia di Ukraina dalam pembicaraan dengan Rusia, tetapi menolak untuk membahas tuntutan Rusia lainnya, seperti demiliterisasi Ukraina, tambahnya.

Zelenskyy mengatakan kesepakatan damai tidak akan mungkin terjadi tanpa gencatan senjata dan penarikan pasukan.

Dia mengesampingkan upaya untuk merebut kembali semua wilayah yang dikuasai Rusia dengan paksa, dengan mengatakan itu akan mengarah pada perang dunia ketiga, dan mengatakan dia ingin mencapai kompromi atas wilayah Donbas timur, yang dipegang oleh pasukan yang didukung Rusia sejak 2014.

(tribunnewswiki.com/Rakli Almughni)

Baca lebih lengkap seputar berita terkait lainnya di sini







KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2023 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved