TRIBUNNEWSWIKI.COM - Duta Besar (Dubes) Rusia untuk Indonesia, Lyudmila Georgievna Vorobieva, menyampaikan ucapan terima kasih kepada pemerintah dan masyarakat Indonesia karena tidak melakukan kampanye anti Rusia.
Ungkapan terima kasih tersebut disampaikan Lyudmila pada Rabu, 23 Maret 2022.
Menurut Lyudmila, saat ini ada banyak negara di dunia yang melakukan kampanye anti Rusia atas perang Rusia-Ukraina yang sudah berlangsung selama satu bulan ini.
Lyudmila memberi contoh beberapa negara yang anti Rusia ada yang melarang adanya budaya Rusia, larangan musik Rusia, musik klasik dan lainnya.
Dia mengatakan, hal tersebut untungnya tidak terjadi di Indonesia.
Atas hal tersebut, Lyudmila mengucapkan terima kasih kepada pemerintah dan masyarakat Tanah Air.
"Untuk itu kami mengucapkan terima kasih," kata Lyudmila saat paparan di kediaman Dubes Rusia, Rabu (23/3/2022), dilansir dari Kontan.co.id.
Baca: Cak Imin Berharap Presiden Rusia Vladimir Putin Hadiri KTT G20 di Indonesia
Baca: Jika Tak Ada Halangan, Presiden Rusia Vladimir Putin Bakal Hadiri KTT G20 di Indonesia
Sang Dubes itu bahkan juga mengapresiasi masyarakat Tanah Air yang tidak mengganggu warga Rusia yang berada di Indonesia.
Hingga kini, pemerintah Indonesia memang tidak melakukan aksi apapun terhadap invansi Rusia ke Ukraina.
Akan tetapi, Presiden Joko Widodo (Jokowi) ketika mengomentari perkembangan konflik tersebut menyatakan bahwa kondisi itu membuat pusing seluruh dunia, termasuk Indonesia.
Sebelumnya, Lyudmila Vorobieva berujar bahwa Presiden Rusia Vladimir Putin bakal menghadiri KTT G20 yang diselenggarakan Indonesia pada akhir 2022 mendatang.
Jika tak ada halangan, Putin bersedia menghadiri KTT G20 yang diselenggarakan oleh Indonesia di Bali pada akhir tahun ini.
Lyudmila Vorobieva mengatakan hal tersebut di Jakarta, pada Rabu, (23/3/2022), menyusul adanya seruan beberapa anggota G20 agar Rusia dikeluarkan dari kelompok tersebut.
Lyudmila Vorobieva mengatakan bahwa kehadiran orang nomor satu di Rusia itu mungkin akan ditentukan oleh beberapa hal.
Akan tetapi, hingga saat ini dipastikan bahwa Putin berniat untuk menghadiri KTT G20 di Bali akhir tahun ini.
"Tidak hanya G20, banyak organisasi berusaha untuk mengusir Rusia.... reaksi Barat benar-benar tidak proporsional," kata Lyudmila pada konferensi pers pada Rabu (23/3/2022).
(tribunnewswiki.com/Rakli Almughni)
Baca lebih lengkap seputar berita terkait lainnya di sini