TRIBUNNEWSWIKI.COM - Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate mengusulkan proses pemungutan suara Pemilihan Umum (Pemilu) tahun 2024 menggunakan sistem internet voting atau e-voting.
Sistem tersebut sudah banyak dilakukan di beberapa negara.
“Pengadopsian teknologi digital dalam giat Pemilu memiliki manfaat untuk mewujudkan efektivitas dan efisiensi dalam proses kontestasi politik yang legitimate, baik dalam tahapan pemilih, verifikasi identitas pemilih, pemungutan suara, penghitungan suara hingga transmisi dan tabulasi hasil pemilu,” kata Johnny dalam keterangan tertulis, Selasa (22/03/2022).
Salah satu negara yang melakukan pemungutan suara digital yakni Estonia, yakni sejak tahun 2005.
"Dan ini telah memiliki sistem pemilihan umum digital di tingkat kota, negara dan di tingkat Uni Eropa yang telah digunakan oleh 46,7 persen penduduk. Jadi bukan baru, termasuk KPU ini sudah lama juga menyiapkannya,” ujarnya.
Baca: Johnny G Plate
Baca: Wacana Penundaan Pemilu 2024, Luhut : Saya Tanya, Apa Alasan Jokowi Harus Turun?
Johnny menjelaskan digitalisasi tahapan Pemilu juga tengah berlangsung di India.
Komisi Pemilihan Umum di India bekerja sama dengan salah satu perguruan tinggi tengah mengembangkan teknologi blokchain.
“Saat ini India is now using it! India sedang menggunakan blockchain untuk mendukung voting jarak jauh dalam pemilihan umum (televoting). Diharapkan dapat direalisasi dalam pemilihan umum India tahun 2024 mendatang, sama seperti kita," ucap dia.
Johnny mengatakan, hal yang perlu diperhatikan bukan hanya proses Pemilu secara digital saja.
Namun, kesiapan masyarakat menjaga tingkat kepercayaan dalam setiap tahapan Pemilu termasuk saat verifikasi dan re-verifikasi data.
“Ini yang perlu kita perhatikan betul-betul dan tren digitalisasi Pemilu pun dapat dilihat dari ragam visi dan pengadopsiannya dalam tahapan pemungutan suara di beberapa negara di dunia," pungkasnya.
(TRIBUNNEWSWIKI.COM/PUTRADI PAMUNGKAS)