TRIBUNNEWSWIKI.COM - Upaya pencarian selama dua hari belum menunjukkan adanya korban selamat dari jatuhnya pesawat milik China Eastern Airlines.
Pesawat Boeing 737-800 yang mengangkut 132 orang tersebut jatuh di daerah pegunungan terpencil di selatan negara itu saat terbang dari Kunming ke Guangzhou, Senin (21/3022).
Penyidik mengatakan, komunikasi dengan kru tidak dapat dilakukan pada saat-saat terakhir sebelum pesawat China Eastern Airlines itu jatuh.
"Penerbangan lepas landas dari Kunming pada pukul 13.16 dan terbang normal. Sekitar pukul 14.21, pesawat ada di atas Kota Wuzhou di Provinsi Guangxi,” kata Sun Shiying, perwakilan China Eastern Airlines, dikutip dari Kompas.com.
Sun Shiying mengatakan, stasiun darat melihat bahwa pesawat China Eastern Airlines mengalami perubahan ketinggian secara tiba-tiba.
“Komunikasi dengan pesawat hilang sebelum pesawat akhirnya jatuh,” sambung Sun, sebagaimana dilansir CNN.
Sun mengungkapkan, pesawat Boeing 737-800 tersebut lulus pemeriksaan prapenerbangan dan sembilan awaknya memenuhi syarat dan sehat.
Di sisi lain, penyelidik juga masih belum menemukan kotak hitam pesawat.
Sebab mereka juga menghadapi medan yang sulit dan cuaca buruk.
Investigasi penyebab kecelakaan juga sangat sulit mengingat parahnya kerusakan pesawat Boeing 737-800 itu.
(TRIBUNNEWSWIKI.COM/PUTRADI PAMUNGKAS)