Terdakwa Unlawful Killing FPI Divonis Lepas, Keluarga Korban: Tidak Ada Harapan pada Kedzaliman

Diketahui majelis hakim berpandangan bahwa tindakan penembakan yang dilakukan Yusmin dan Fikri pada empat laskar FPI adalah upaya pembelaan terpaksa


zoom-inlihat foto
rekontruksi-kasus-penembakan-anggota-FPI-di-rest-area-KM-50-tol-Jakarta-Cikampek.jpg
KOMPAS.COM/FARIDA
Adegan penggeledahan para rekonstruksi kasus penembakan enam anggota FPI di rest area KM 50 tol Jakarta-Cikampek, Senin (14/12/2020) dini hari.


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Kuasa hukum keluarga laskar Front Pembela Islam (FPI) korban unlawful killing, Aziz Yanuar mengaku sidah menduga sejak awal bahwa terdakwa dalam perkara bakal lolos dari jerat pidana.

Hal tersebut disampaikan Azis pada awak media menanggapi putusan majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan menjatuhkan vonis lepas pada dua terdakwa yaitu Yusmin Ohorella dan Fikri Ramadhan.

“Kita sudah jauh hari menduga, sejak awal, (putusan) itu sesat dan dijadikan instrumen untuk menjuatifikasi dugaan pembunuhan,” tutur Aziz, Jumat (18/3/2022), dikutip dari Kompas.com.

Dirinya kemudian menegaskan keluarga korban tidak berharap apa-apa lagi dalam penanganan perkara ini.

“Tidak ada harapan pada kedzaliman,” kata dia.

Adegan penggeledahan para rekonstruksi kasus penembakan enam anggota FPI di rest area KM 50 tol Jakarta-Cikampek, Senin (14/12/2020) dini hari.
Adegan penggeledahan para rekonstruksi kasus penembakan enam anggota FPI di rest area KM 50 tol Jakarta-Cikampek, Senin (14/12/2020) dini hari. (KOMPAS.COM/FARIDA)

Seperti diketahui, majelis hakim berpendapat bahwa tindakan penembakan yang dilakukan Yusmin dan Fikri pada empat laskar FPI adalah upaya pembelaan terpaksa.

Kempat korban yaitu Muhammad Reza, Ahmad Sofyan, Faiz Ahmad dan Ahmad Syukur disebut mencoba merebut senjata api milik terdakwa dalam insiden di Jalan Tol KM 50 Jakarta - Cikampek, 7 Desember 2020.

Majelis hakim mengatakan, kedua terdakwa harus melindungi senjata apinya dengan seluruh jiwa. 

Maka penembakan itu terjadi sebagai wujud pembelaan.

Hakim mengatakan, jika tindakan itu tidak dilakukan maka para terdakwa akan menjadi korban.

Meski demikian Yusmin dan Fikri tetap dinyatakan terbukti melakukan tindak pidana menghilangkan nyawa orang lain.

Namun, alasan membela diri itu membuat majelis hakim memutuskan kedua terdakwa tidak dijatuhkan pidana.

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/PUTRADI PAMUNGKAS)







KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2022 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved