TRIBUNNEWSWIKI.COM - Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi menyebutkan bahwa telah ada mafia-mafia yang mengambil keuntungan pribadi dalam menjual minyak goreng secara menyimpang.
Atas hal tersebut, Lutfi menyampaikan permohonan maaf lantaran tidak mampu menormalisasi harga minyak goreng.
Lutfi menyebut ada mafia-mafia yang mengambil keuntungan pribadi.
Hal itu menyebabkan kebijakan yang dilakukan Kementerian Perdagangan (Kemendag) tidak bisa menurunkan harga minyak goreng di pasaran.
"Dengan permohonan maaf Kemendag tidak dapat mengontrol karena ini sifat manusia yang rakus dan jahat," kata Lutfi saat Rapat Kerja dengan DPR Komisi VI, Kamis (17/3/2022).
Baca: Muhammad Lutfi
Diakuinya, Kemendag memiliki keterbatasan wewenang dalam undang-undang untuk mengusut tuntas masalah mafia dan spekulan minyak goreng.
Untuk menindak mafia dan para spekulan minyak goreng, Lutfi pun meminta bantuan kepada Satuan Tugas (Satgas) Pangan Polri.
"Sementara ini kita punya datanya dan sedang diperiksa oleh kepolisian Satgas Pangan tetapi keadaannya sudah sangat kritis oleh ketegangan," ujar Lutfi, diktuip dari Kompas.com.
Lutfi meyakini ada mafia minyak goreng lantaran harga komoditas minyak nabati tersebut masih belum normal setelah pemerintah menerapkan kebijakan Harga Eceran Tertinggi (HET) dan Domestic Market Obligation (DMO).
Seharunya, menurut Lutfi, kebutuhan minyak goreng masyarakat bisa terpenuhi setiap bulannya karena kedua kebijakan tersebut.
Akan tetapi kenyataannya berbeda. Harga minyak goreng langka dan harganya tidak sesuai HET.
Baca: Stok Minyak Goreng di Swalayan Melimpah Tapi Harga Naik, Warga Tasikmalaya: Banyak Anehnya, Kacau
Lutfi juga mengungkapkan bahwa pada 14 Februari-16 Maret 2022, kebijakan DMO bisa mengumpulkan 720.612 ton minyak sawit dari 3,5 juta ton total ekspor produk CPO dan mendistribusikan sebanyak 551.069 ton, atau 76,4 persen ke masyarakat.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), kata dia, normalnya setiap orang Indonesia mengonsumsi 1 liter minyak goreng tiap bulan.
Maka dari itu, lanjut Lutfi, seharusnya dengan 551.069 ton minyak goreng tersebut, tiap orang mendapatkan 2 liter minyak goreng atau melebihi konsumsi per bulannya.
Akan teatpi setiap mengecek ke lapangan, Lutfi mendapati stok minyak goreng selalu tidak ada.
Lutfi pun meyakini ada mafia yang menyelundupkan pasokan minyak goreng masyarakat ke industri atau ke luar negeri.
"Kemendag tidak bisa melawan penyimpangan-penyimpangan tersebut," ujar Mendag Muhammad Lutfi.
(tribunnewswiki.com/Rakli Almughni)
Baca lebih lengkap seputar berita terkait lainnya di sini