ICANN Tolak Permintaan Ukraina Agar Internet Rusia Diblokir Total

Pemerintah Ukraina meminta agar internet di Rusia diblokir total usai invasi yang dilancarkan pasukan militer Putin.


zoom-inlihat foto
1-internet.jpg
tribunnews.com
ILUSTRASI - Internet


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Invasi Rusia ke Ukraina masih terus berlanjut, bahkan belum menemui tanda-tanda akan berakhir.

Buntut dari invasi tersebut ialah permintaan pemerintah Ukraina agar memblokir total internet Rusia.

Dikutip dari Kompas.com, permintaan tersebut bermula saat Andri Nabok, perwakilan Ukraina di ICANN serta Mykhailo Fedorov, Wakil Perdana Menteri di Kementerian Transformasi Digital Ukraina kepada The Internet Corporation for Assigned Named and Numbers (ICANN).

ICANN merupakan badan regulator internet dunia yang bertugas untuk mengatur Top Level Domain (TLD) atau nama domain top level dari situs internet di seluruh dunia, termasuk Rusia.

Baca: Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Terbesar di Eropa Terbakar Akibat Diserang Pasukan Rusia

Ukraina Meminta Tiga Domain Rusia Dicabut

Nabok dan Fedorov mengirim surat kepada ICANN yang berisi permintaan untuk mencabut tiga TLD Rusia, di antaranya:

.ru = untuk website individu dan bisnis Rusia, serta perusahaan internasional memiliki konsumen Rusia.

.?? = untuk website Federasi Rusia

.su = untuk website institusi dan perusahaan Soviet yang beroperasi di Uni Soviet (Soviet Union/SU). Meski SU sudah dibubarkan, TLD .su masih digunakan.

Surat tersebut juga berisi bahwa pemerintah Ukraina menuding Rusia menggunakan situs web-nya sebagai mesin propaganda, yaitu menyebarkan disinformasi, mempromosikan kekerasan, ujaran kebencian, dan menyembunyikan kebenaran terkait perang di Ukraina.

Sementara itu, akses internet di Ukraina mengalami kendala selama invasi terjadi.

Baca: Invasi Rusia-Ukraina Disebut Justru Menguntungkan China, Ini Penjelasan Mantan Agen Khusus FBI

Lantaran, internet di Ukraina tumbang akibat serangan militer Rusia.

Jika permintaan itu dikabulkan, maka tiga top level domain yang biasa digunakan di Rusia akan hilang dari internet sehingga tidak dapat diakses lagi oleh pengguna internet dunia.

Nabok mengatakan tindakan tersebut dapat menjadi sanksi bagi Rusia atas invasi yang mereka lakukan ke Ukraina.

Tak hanya itu, dia juga meyakini bahwa pencabutan domain Rusia dapat membantu pengguna internet mengakses "informasi yang dapat diandalkan di zona domain alternatif, mencegah propaganda dan disinformasi."

Pemerintah Ukraina juga meminta sertifikat protokol keamanan Secure Socket Layer (SSL) dari tiga TLD Rusia itu untuk ikut dicabut.

SSL ialah protokol keamanan yang dapat memastikan data transaksi online dienkripsi atau dikirim sebagai kode-kode acak sehingga tidak dapat dibaca oleh pihak ketiga yang berusaha melakukan penyadapan.

ICANN Menolak

ICANN pun memberikan tanggapan atas permintaan dari pemerintah Ukraina tersebut.

Pihaknya resmi menolak permintaan pemerintah Ukraina terkait pemutusan internet Rusia.

Baca: Majelis Umum PBB Tuntut Rusia Segera Tarik Pasukannya dari Ukraina

Dengan kata lain, tiga top level domain Rusia tidak akan dicabut sehingga website tetap bisa diakses seperti biasanya.

ICANN menolak permintaan itu lantaran pencabutan TLD dari suatu negara tidak termasuk lingkup misi ICANN.

"Seperti yang Anda ketahui, Internet adalah sistem terdesentralisasi. Tidak ada aktor yang memiliki kemampuan untuk mengontrol atau mematikannya," tulis CEO dan Presiden ICANN Göran Marby, dalam surat tanggapannya kepada Nabok dan Fedorov.

"Pada dasarnya, ICANN dibangun untuk memastikan bahwa internet berfungsi, bukan malah dimanfaatkan untuk mengoordinasikan pemutusan internet," imbuhnya.

Marby menjelaskan bahwa misi ICANN ialah untuk menjaga netralitas, tidak termasuk untuk mengeluarkan sanksi, membatasi akses internet kepada siapapun meski ada provokasi.

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/PUAN)

Baca lengkap soal invasi Rusia di sini





Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved