Bandingkan Suara Azan dengan Gonggongan Anjing, Menag Yaqut Dilaporkan kepada Polisi

Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas menuai kritik setelah diduga membandingkan suara azan dengan gonggongan anjing dalam sebuah wawancara.


zoom-inlihat foto
Menteri-Agama-Yaqut-Qolil-Qoumas-ibadah-haji-2021.jpg
instagram.com/gusyaqut
Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas menuai kritik setelah diduga membandingkan suara azan dengan gonggongan anjing dalam sebuah wawancara di Pekanbaru, Riau, beberapa hari lalu.

Karena hal tersebut, Menag Yaqut Cholil akan dilaporkan kepada polisi hari ini, Kamis (24/2/2022).

Sosok yang yang akan melaporkan Yaqut Cholil kepada polisi ini adalah Mantan Menteri Pemuda dan Olaharaga (Menpora) Roy Suryo.

Roy Suryo bersama Kongres Pemuda Indonesia (KPI) akan membuat laporan di Polda Metro Jaya hari ini pukul 15.00 WIB.

Menurut Roy Suryo Menag Yaqut diduga telah melanggar UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) atau Pasal 156a KUHP tentang Penistaan Agama.

"Ya, Insyaallah nanti Jam 15.00 WIB kami akan membuat LP (Laporan Polisi) di Polda Metro Jaya terhadap Saudara YCQ," ujar Roy Suryo saat dihubungi, Kamis (24/2/2022), dikutip dari Tribunnews.

Pakar telematika itu menuturkan bahwa dalam pelaporannya nanti, dirinya juga menyiapkan sejumlah bukti.

"Bukti-bukti rekaman audio-visual statemennya dan pemberitaan media-media," ujar dia.

Roy Suryo
Roy Suryo (tribunnews.com)

Baca: Yaqut Cholil Qoumas

Baca: KRMT Roy Suryo Notodiprojo (Roy Suryo)

Dikutip dari Tribun Pekanbaru, ucapan Gus Yaqut, sapaan akrab Menag Yaqut Cholil Qoumas, yang membandingkan perihal suara azan dengan gonggongan anjing disampaikan di Pekanbaru, Riau, Rabu (23/2/2022), kemarin.

Awalnya, Yaqut menjelaskan kepada wartawan tentang peraturan penggunaan pengeras suara atau toa di masjid untuk azan dan pengajian.

Kemudian Yaqut menyebutkan bahwa suara anjing yang menggonggong di kompleks pemukiman juga bisa mengganggu.

"‎Misalnya kita hidup dalam satu komplek, kiri, kanan, depan belakang, pelihara anjing semua, misalnya, menggonggong semua dalam waktu bersamaan, kita terganggu enggak?" kata Gus Yaqut setelah menghadiri kegiatan temu ramah dengan para tokoh agama di Gedung Daerah, Jalan Diponegoro Pekanbaru, Rabu (23/2/202).

Dia mengungkapkan, begitu juga dengan rumah ibadah, bahwa pengeras suara rumah ibadah dibunyikan dengan suara volume yang keras dan dilakukan di saat bersamaan dikhawatirkan bisa menggangu orang lain.

"Rumah ibadah itu kalau sehari lima kali membunyikan toa dengan suara kencang-kencang di saat bersamaan itu bagaimana," ujar Yaqut.‎

Yaqut berujar apa pun suara yang didengar oleh orang, jika tidak diatur dengan baik, suara tersebut bisa mengganggu orang, termasuk suara-suara yang keluar dari pengeras suara atau toa di masjid-masjid dan musala.

"Apa pun suara itu, harus kita atur, supaya tidak menjadi gangguan, speaker di masjid, di musala, monggo dipakai, silakan dipakai, tapi diatur, agar tidak ada yang terganggu," ujarnya.

"Supaya niat menggunakan toa dan speaker sebagai sarana, sebagai wasilah untuk siar tetap bisa laksanakan tanpa harus mengganggu mereka yang mungkin tidak sama kenyakinannya dengan kita, jadi berbeda kenyakinan itu kita harus saling menghargai," katanya.

(tribunnewswiki.com/Rakli Almughni)

Baca lebih lengkap seoutar berita terkait lainnya di sini







KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2022 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved