Sandiaga Sebut Permainan Karantina Bukan karena Miskomunikasi, Akui Kerap Dapat Laporan yang Sama

Sandiaga Uno turut angkat bicara tentang kasus permainan karantina Covid-19.


zoom-inlihat foto
sandi-uno-gerindra.jpg
Kompas.com
Politisi dan mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno.


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Menparekraf Sandiaga Uno mengatakan praktik permainan karantina yang terjadi di tanah air bukan disebabkan karena miskomunikasi, dan memang sudah banyak orang yang menjadi korbannya.

Dikutip dari Tribunnews, ia mengaku selama ini kerap mendapatkan banyak laporan mengenai praktik permainan karantina tersebut.

Sandiaga berpendapat bahwa kasus tersebut dapat mencoreng nama baik Indonesia, terutama di sektor pariwisata.

"Tegas saya sampaikan bahwa ini bukan miskomunikasi. Berkali-kali saya mendapat laporan yang sama, yang dapat mencoreng nama baik Indonesia, khususnya di sektor pariwisata," ungkap Sandi di unggahan Instagram pribadinya, @sandiuno, Selasa (1/2/2022).

Di sisi lain, Sandiaga juga mengungkapkan lapangan kerja dan ekonomi pada sektor pariwisata kini sudah mulai bangkit kembali.

Baca: Kemenkes Sebut Indonesia Belum Masuki Gelombang Ketiga Pandemi Covid-19 dan Masih Terus Dipantau

Peraturan yang tepat sasaran serta tepat waktu sudah mulai dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Oleh sebab itu, ia tidak ingin praktik permainan karantina tersebut merusak sektor pariwisata Indonesia.

Sandiaga juga menegaskan tak segan untuk menindak tegas para pelaku permainan karantina Covid-19.

Tak hanya Sandiaga Uno, Polri juga menindaklanjuti perintah dari Presiden Joko Widodo untuk mengusut serta mencegah praktik permainan karantina bagi Pelaku Perjalanan Luar Negeri (PPLN), baik WNA maupun WNI.

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo mengatakan aparat kepolisian akan tegas menindaklanjuti siapapun pihak yang terlibat dalam praktik permainan karantina.

"Polri siap menindak tegas siapapun yang terbukti melanggar dalam proses karantina. Kami juga melakukan pengawasan dan pencegahan agar tidak ada permainan dalam hal tersebut," beber Dedi saat dikonfirmasi, Jakarta, Selasa (1/2/2022).

Baca: Jokowi Instruksikan Kapolri Usut Mafia Karantina : Beberapa Orang Asing Komplain ke Saya

Bahkan kata Dedi sejak awal Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo telah memberikan arahan kepada seluruh jajaran kepolisian untuk melakukan pengawasan dan pengetatan protokol kesehatan atau prokes hingga proses karantina bagi para PPLN.

"Sejak awal pak Kapolri sudah menginstruksikan kepada jajaran untuk melakukan pengawasan ketat. Semua hal itu dilakukan demi menyelamatkan masyarakat Indonesia dari penyebaran virus Covid-19. Sebagaimana, Salus Populi Suprema Lex Esto atau keselamatan rakyat merupakan hukum tertinggi."

"Sinergitas, bahu-membahu serta bergandengan tangan seluruh stakeholder menjadi kunci untuk Bangsa Indonesia mampu melakukan penanganan dan pengendalian Pandemi Covid-19," papar Dedi.

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/PUAN)

Baca lengkap soal Covid-19 di sini







KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2022 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved